KUPANG // MEDIATNI-POLRI.COM /
Komitmen kuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL, dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan berintegritas kembali ditegaskan dalam kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Kodaeral VII, Brijen TNI (Mar) Nawawi, S,E.,M.M,
serta dihadiri Inspektur Kodaeral VII, Kapok Sahli Kodaeral VII, para pejabat utama, panitia werving, serta para calon Taruna Panselinda NTT.
Dalam sambutannya, Wakil Komandan Kodaeral VII membuka acara dengan penuh khidmat,
mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan dan kesehatan sehingga dapat mengikuti kegiatan penting tersebut.
Ia menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kesungguhan TNI dalam membangun zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi,
melalui langkah yang proaktif, berkelanjutan, dan menyeluruh di seluruh satuan kerja TNI, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Sebagai panitia seleksi, kita memegang amanah yang sangat besar. Tugas ini bukan hanya tanggung jawab kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, objektivitas, dan rasa tanggung jawab,” tegas Brijen TNI (Mar) Nawawi.
Pada pelaksanaan seleksi tahun 2026 ini, tercatat antusiasme calon Taruna cukup tinggi.
Sebanyak 186 peserta mendaftar secara online, sementara 101 peserta telah melalui tahap validasi.
Seluruh peserta akan menjalani rangkaian seleksi ketat yang meliputi pemeriksaan kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, hingga administrasi. Wakil
Komandan Kodaeral VII menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi telah memiliki standar baku sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis yang harus dijalankan secara konsisten dan objektif oleh panitia.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras kepada seluruh calon Taruna agar tidak tergoda atau mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi TNI sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada pungutan biaya. Jangan percaya jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan sejumlah uang. Laporkan jika menemukan hal tersebut,” tegasnya.
Selain itu, dijelaskan bahwa calon Taruna yang dinyatakan lulus di tingkat daerah akan melanjutkan seleksi di tingkat pusat di Akademi Militer (Akmil) Magelang,
mewakili Panselinda NTT dan bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
Kepada seluruh panitia seleksi, Wakil Komandan Kodaeral VII memberikan instruksi tegas agar menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas dan menjaga nama baik TNI sebagai institusi profesional dan terpercaya di mata masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan dengan lancar serta mampu melahirkan generasi Taruna terbaik yang siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
“semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan perlindungan kepada kita semua dalam menegakkan zona integritas serta membangun budaya birokrasi yang bersih dan melayani,” pungkasnya.
Kegiatan penandatanganan pakta integritas ini menjadi tonggak penting dalam memastikan proses rekrutmen Taruna TNI di wilayah NTT berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, sekaligus mencetak calon pemimpin masa depan TNI yang berkualitas dan berintegritas tinggi.
Eko Ratri Iswanto




























