PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.COM/ Saat sebagian besar warga terlelap, justru itulah waktu yang paling sering dimanfaatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) untuk beraksi. Menyadari pola tersebut, personel Satuan Samapta Polres Pringsewu mengintensifkan patroli mobile hingga dini hari guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan. Minggu (16/8/2026)
Patroli dilakukan sebagai langkah preventif menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, khususnya curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat).
Berdasarkan evaluasi kepolisian, mayoritas kasus curanmor terjadi pada malam hingga dini hari ketika pemilik kendaraan sedang tertidur dan aktivitas masyarakat mulai lengang. Situasi itu kerap dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Dengan menyisir sejumlah titik rawan, personel Sat Samapta berkeliling melewati jalan-jalan protokol, kawasan pusat perbelanjaan, permukiman penduduk, hingga pusat-pusat keramaian.
Kehadiran polisi di lokasi-lokasi tersebut diharapkan tidak hanya mencegah terjadinya tindak kejahatan, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang tengah beristirahat.
Patroli tidak hanya dilakukan pada malam hari. Pengawasan juga digelar sejak siang hingga dini hari agar kehadiran polisi di lapangan tetap terjaga sepanjang waktu, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminal.
Dalam patroli kali ini, petugas belum menemukan maupun mengamankan pelaku kejahatan. Meski demikian, kegiatan tersebut dinilai efektif sebagai upaya pencegahan dengan mengurangi peluang pelaku untuk beraksi melalui peningkatan kehadiran polisi di lapangan.
Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Kasi Humas Polres Pringsewu Ipda Rahmat Basuki mengatakan patroli rutin merupakan bagian dari strategi preventif Polres Pringsewu dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Sebagian besar kasus curanmor terjadi pada malam hingga dini hari saat masyarakat sedang beristirahat. Karena itu kami mengoptimalkan patroli pada jam-jam rawan untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Ipda Rahmat Basuki.
Menyikapi maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor, Kasi Humas Ipda Rahmat Basuki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengamankan kendaraan miliknya. Menurut dia, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan.
“Selain menggunakan kunci bawaan kendaraan, kami mengimbau masyarakat memasang kunci pengaman tambahan atau kunci ganda, alarm antimaling, hingga perangkat pelacak (GPS tracker). Langkah-langkah tersebut dapat memperkecil peluang pelaku membawa kabur kendaraan sekaligus memudahkan proses pelacakan apabila terjadi pencurian,” kata Rahmat.
Ia juga mendorong warga memasang kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal. Rekaman CCTV dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencegahan karena dapat mengurungkan niat pelaku, tetapi juga menjadi alat bantu penting bagi kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku, menelusuri kronologi kejadian, dan mengungkap kasus apabila tindak pidana benar-benar terjadi.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak memarkir kendaraan secara sembarangan, memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Laporan itu bisa disampaikan langsung melalui petugas bhabinkamtibmas, datang langsung ke Kantor Kepolisian terdekat atau melalui call center 110. Menurut Rahmat, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama antara kepolisian dan masyarakat. (*)




























