OGAN ILIR // MEDIATNI-POLRI.COM/ Personel TNI bersama Polri, BPBD dan Manggala Agni bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (15/9/2026).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.05 WIB (15/9/2026). Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Koramil 402-07/Indralaya bersama personel Yon TP 949/DR serta unsur terkait melaksanakan ground check ke lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus melakukan upaya pemadaman.
Setibanya di lokasi, tim gabungan mendapati kebakaran terjadi pada lahan dengan vegetasi berupa semak belukar dan purun. Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman menggunakan dua unit mobil tangki sebagai sumber air.
Dalam proses penanganan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare, dengan sekitar ±0,5 hektare berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 14.56 WIB.
Danramil 402-07/Indralaya Lettu Kav Adam mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait langsung bergerak setelah menerima informasi adanya Karhutla di wilayah Desa Tanjung Seteko.
“Begitu mendapatkan informasi, personel langsung melaksanakan ground check dan melakukan pemadaman bersama unsur terkait. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” ujar Lettu Kav Adam.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi api saat ini telah padam, namun masih terdapat sisa asap di sekitar lokasi. Petugas tetap melakukan pemantauan dan memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
“Untuk pemilik lahan sampai saat ini masih belum diketahui. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di lahan yang memiliki vegetasi mudah terbakar,” tambahnya.
Penanganan Karhutla tersebut melibatkan personel Koramil 402-07/Indralaya dan Yon TP 949/DR bersama unsur Polri, BPBD dan Manggala Agni. Dengan dukungan dua unit mobil tangki, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi.
Hingga kegiatan selesai, kondisi di lokasi terpantau api telah padam dan masih terdapat sisa asap, sementara petugas terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
(*)

























