PASAMAN BARAT SUMBAR // MEDIATNI-POLRI.COM/ Tim futsal perwakilan Kabupaten Pasaman Barat akhirnya gagal berangkat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Kegagalan ini memunculkan rentetan masalah serius dalam pengelolaan olahraga di daerah tersebut, mulai dari persiapan yang nyaris tidak ada hingga ketidaklengkapan data administrasi yang berakibat fatal, sabtu (3/10/2026)
Melalui keterangan yang disampaikan para atlet lewat pesan WhatsApp, persiapan latihan sangat memprihatinkan. “Kami hanya berlatih dua kali saja, ungkap salah satu atlet. Belum lagi, tidak ada dana yang disiapkan untuk membayar jasa pelatih. Kondisi ini menunjukkan betapa lemahnya kesiapan dan perhatian pengurus terhadap persiapan atlet yang diharapkan membawa nama daerah.
Ketidakmampuan pengurus dalam mengurus kepengurusan dan pelatihan pun diakui dari lingkaran tim pelatih atau TC. Apa gunanya pejabat pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Pasaman Barat jika untuk urusan latihan saja tidak mampu mengurus? ucap seorang sumber yang menyoroti kinerja pengurus futsal daerah itu.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Sekretaris KONI Pasaman Barat, Iwan Suhandri, memberikan keterangan Menurutnya, masalah muncul karena kekurangan data. Kami membutuhkan data ukuran pakaian dan sepatu.
KONI dituntut mengirimkan data lengkap ke pihak provinsi, dan akhirnya tim tidak bisa berangkat karena data tidak lengkap, jelas Iwan.
Kegagalan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan keluarga atlet, Di mana letak tanggung jawab pengurus? Apakah kekurangan latihan, ketiadaan biaya pelatih, atau ketidaklengkapan data , semuanya adalah bukti bahwa pengelolaan olahraga di Pasaman Barat belum berjalan dengan baik dan profesional.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Pengurus KONI maupun AFKAB Pasaman Barat diminta segera memperbaiki sistem kerja, menata manajemen secara transparan, dan memprioritaskan kesejahteraan serta kesiapan atlet, agar di ajang ke depan Pasaman Barat tidak kembali gagal hanya karena masalah yang seharusnya bisa dihindari.
(Tim Media online Talamau)



























