SAMPIT // MEDIATNI-POLRI.COM / Pembukaan workshop dan edukatif kultur Museum season II dihadiri Stap Ahli Bupati kotim Rafiq Riswandi, Kadis Periwisata, yang mewakili Polres Kotim yang mewakili Dandim 1015 Sampit,
yang mewakili Kejari Sampit, yang mewakili Pengadilan Negeri Sampit dan yang mewakili camat Ketapang, dan Camat Baamang Sufiansyah SE.
“Dalam rangka hari ulang tahun ke-21 Museum Kayu Sampit, ada berbagai rangkaian yang kami laksanakan sejak hari Minggu hingga hari ini,” Ucap kepala dinas periwisata Kotim Wim RK Benung selasa (21/10/2025)
“Hari ini kita akan melaksanakan workshop, termasuk juga untuk pelatihan untuk pemandu museum. Jadi museum ini sudah 21 tahun, mudah-mudahan ke depan kita berusaha untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang, bagaimana museum kayu ini kita buat menarik sehingga ada daya tariknya untuk kunjungan-kunjungan, baik itu wisatawan lokal, dan wisatawan mancanegara,”ungkapnya
“Karena museum kayu ini juga dapat dana DAK non-fisik dari pusat, nah itu kita akan paduserasikan sehingga kegiatan-kegiatan baik dari pusat maupun dari daerah bisa sinergis. Harapan kami yang ke depan, museum kita nanti bisa naik tipe jadi tipe B,” Katanya
“Kemudian untuk oposional-oposional pun bisa berjalan dengan baik, sehingga pada saatnya nanti ) bisa menghasilkan pendapatan asli daerah, karena Pak Bupati menginginkan tiap OPD itu bisa mencari peluang-peluang untuk peningkatan pendapatan asli daerah, jadi kita tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah pusat, tapi bisa menggali dengan potensi-potensi yang ada di kabupaten kita sendiri,”tuturnya
Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Kayu Sampit, Dwi Astuti Wardhani menambahkan
“Kami sebagai pengelola museum berencana untuk mengembangkan museum ini lebih kepada penataan ulang, karena dengan koleksi yang ada kami belum bisa untuk menambah koleksi, karena berkaitan dengan anggaran, tapi kami berusaha untuk menata ulang supaya museum ini menjadi museum yang seperti ter-upgrade terus,”jelasnya
Kami mengembangkan juga teknologi untuk membuat museum kami bisa diakses tidak hanya berkunjung langsung,
tapi bisa via Zoom, atau kita bisa barcode, jadi bisa mau tahu apa saja isi koleksi kami, kami siapkan barcode di setiap koleksi kami,
sehingga anak-anak muda lebih senang, karena ini akan menjadi fokusnya kepada anak-anak muda, dan pastinya teknologi akan masuk ke dalam museum,
“Total koleksi yang ada di museum kayu ini berjumlah sekitar 400an koleksi per item, bukan per kelompok, kalau per kelompok itu sekitar 200an, (tapi kalau dihitung per item sekitar 400an, karena koleksi kayu ini kadang ada yang rusak, sehingga kami harus mengadakan pemusnahan, sehingga koleksi kami berkurang. Untuk penambahan kami belum, (3:30) tapi untuk pendataan ulang kami selalu lakukan setiap tahun,”jelasnya
Bantuan DAK tahun ini hampir 600an. Semua untuk kegiatan non-fisik, hanya untuk pemeliharaan koleksi, dan pemeliharaan ruang tata pameran.
Non-fisik itu seperti apa,? Kita membuat lomba-lomba, event-event yang merekrut masyarakat untuk datang ke museum.
Jadi, untuk tahun ini masih ada kegiatan museum masuk sekolah, tapi direncanakan tahun de pan,
kami menghilangkan museum masuk sekolah, tapi sekolah yang akan datang ke museum.
“Museum ini buka setiap hari, tapi untuk Sabtu-Minggu kita buka, asal itu ada surat permintaan dari pihak-pihak yang mau berkunjung, kami akan layani kalau untuk Sabtu-Minggu kita kesepakatan saja, tapi kalau di jam kerja, kita mengikuti aturan pemerintah daerah.dari jam 8 sampai jam 4 sore,”terang bu dewi
(Ariyanto)




























