ACEH UTARA // MEDIATNI-POLRI.COM / Program Karya Bakti pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang dilaksanakan Kodim 0103/Aceh Utara bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I kembali menunjukkan perkembangan positif. Kamis (20/11/2025).
Pekerjaan di 24 desa yang menjadi target pengerjaan tercatat telah mencapai 61,04 persen dari total panjang 13.494 meter.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di Aceh Utara,” ujar Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S.
Menurut Dandim, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras personel di lapangan yang terus berupaya menyelesaikan target konstruksi meskipun kondisi cuaca sering berubah.
Ia menjelaskan bahwa progres dari seluruh kecamatan telah menunjukkan perkembangan merata.
“Setiap titik pekerjaan terus kita kontrol agar sesuai standar dan tepat waktu,” ujarnya.
Di Kecamatan Lhoksukon, lima titik pekerjaan menunjukkan kisaran progres antara 56 hingga 63 persen.
Seluruh kegiatan berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi tersier dengan metode pengecoran serta pemasangan batu sepanjang ratusan meter di masing-masing desa.
“Kegiatan di Lhoksukon berjalan cukup baik dan masyarakat turut mendukung,” tambahnya.
Sementara itu, Kecamatan Baktiya mencatat progres antara 61 hingga 65 persen. Desa Alue Bili Geulumpang menjadi lokasi dengan capaian tertinggi yaitu 65,80 persen.
Seluruh titik pengerjaan didominasi pemasangan batu dasar dan dinding saluran irigasi tersier.
“Kerja sama antara Babinsa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pekerjaan,” ungkap Dandim.
Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang memiliki jumlah titik pengerjaan terbanyak, juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, yakni berkisar antara 52 hingga 67 persen.
Pekerjaan meliputi pengecoran dan pemasangan batu saluran irigasi pada seluruh titik.
“Kita prioritaskan kualitas pekerjaan agar saluran irigasi dapat berfungsi optimal saat musim tanam,” ujarnya.
Adapun Kecamatan Baktiya Barat dan Langkahan turut mencatat progres signifikan. Dua titik di Baktiya Barat masing-masing berada pada kisaran 66 hingga 67 persen, sedangkan satu titik di Langkahan mencapai 53,69 persen.
“Kami terus memastikan tidak ada hambatan berarti selain faktor cuaca yang beberapa hari terakhir cukup mengganggu,” kata Dandim menjelaskan.
Menutup keterangannya, Dandim menyebutkan bahwa tingginya curah hujan menjadi kendala utama di lapangan karena menghambat proses konstruksi dan distribusi material.
Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh personel tetap melaksanakan tugas dengan maksimal.
“Kami berkomitmen menyelesaikan program ini tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan petani dan dapat mendukung ketahanan pangan daerah,” tutupnya.
(*)




























