BEKASI // MEDIATNI-POLRI.COM / Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi prioritas sebagai bagian dari edukasi,
agar masyarakat maupun para pengusaha menyadari bahwa bahaya sampah atau limbah akan sangat berdampak terhadap lingkungan.
Untuk itu perlu ada upaya konservasi menjaga lingkungan agar sumber daya alam dan lingkungan hidup tetap terjaga dari kerusakan.
Tujuanya tentu untuk menjaga kelestarian dari keseimbangan ekosistem,
serta memastikan bahwa sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup kelak dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Seperti yang dilakukan Saman Hudi atau biasa dipanggil Ki Jaga Kali, idiom kata yang digunakan sebagai panggilanya, ia berupaya keras menjaga sungai-sungai dari tumpukan sampah.
Tak bosan ia mengedukasi masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya cuma pengen lingkungan itu bersih dari sampah, kalau bukan kita yang mulai siapa lagi, makanya saya selalu mengajak masyarakat maupun aparatur desa untuk berjibaku membersihkan sampah khususnya yang ada di kali atau sungai”, ungkapnya.
Seperti yang dilakukanya, Minggu (25/02/2025) di sungai Ciherang bendungan Caringin desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya, bersama team ia berupaya mengangkat sampah-sampah yang menumpuk memadati bendungan.
“Inilah kegiatan rutin Ki Jaga Kali bersama team, mengeruk sampah-sampah dari sungai dengan alat seadanya, saat ini kegiatannya di bendungan Caringin kali Ciherang, ini kita temukan sampah stereofoam bekas helm ini banyak sekali dan ada juga sampah limbah medis yang di duga berasal dari fasyankes, harusnya sampah ini dikelola dengan baik karena termasuk limbah B3 jangan dibuang di sungai”, tegasnya.
Iapun menambahkan akan mencari tau siapakah orang atau pengusaha yang membuang sampah atau limbah industri nya ke sungai, dan akan mengembalikan sampah tersebut agar dapat dikelola dengan baik.
“Ki Jaga Kali akan mencari tau, apakah sampah dan limbah industri ini berasal dari perusahaan dan sengaja mereka dibuang ke sungai, begitupun limbah eks medis ini sangat berbahaya sebab ada kandungan kimia atau mungkin juga ada kandungan radio aktifnya yang dapat mengancam ekosistem, spesies, dan habitat alami.”, geramnya.
Ki Jaga Kali pun menekankan, limbah medis harus dikelola dengan baik sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku.
“Ini ada sangsi pidana yang mengancam jika sengaja dibuang ke sungai, sebab selain menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan, limbah ini bisa menularkan berbagai penyakit”, tutupnya.
Untuk mengatasi masalah sampah, diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Masyarakat dapat berperan aktif dengan memilah sampah organik dan non-organik serta mengurangi penggunaan plastik sekali.
AMUN (Jawa Barat)




























