LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM / Polsek Sengah Temila ~Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ suasana sebuah kafe di wilayah Kecamatan Sengah temila tampak ramai oleh para remaja yang tengah duduk santai menikmati waktu bersama.
Di tengah kehangatan suasana itu, petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli malam turut menyambangi kafe tersebut.
Kedatangan aparat bukan untuk menegur, melainkan memberikan pembinaan sekaligus himbauan kepada para remaja.
Dalam kesempatan itu, polisi mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan agar tidak mudah terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, khususnya jenis sabu yang sangat berbahaya, ” Jumat (29/8/2025)
“Narkoba jenis sabu bisa merusak diri sendiri bahkan juga berdampak pada orang lain. Jangan sekali-kali mencoba, karena sekali terjerumus akan sulit keluar,” tegas salah satu petugas kepada para remaja.
Selain itu, Polisi juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa mengecek kebenarannya.
Berita hoaks, jika disebarkan begitu saja, bisa menimbulkan keresahan bahkan merugikan banyak pihak.
Himbauan ini disambut positif oleh para remaja yang hadir. Beberapa di antaranya mengaku senang karena mendapatkan nasihat langsung dari polisi,
sehingga mereka bisa lebih waspada dalam menjaga pergaulan dan menyaring informasi.
Dengan adanya kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan para remaja dapat lebih bijak dalam beraktivitas,
menjauhi narkoba, serta bijak bermedia sosial demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif
Kapolsek Sengah Temila, Ipda Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., melalui petugas piket mengatakan bahwa patroli dialogis ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya para generasi muda.
Lanjut petugas piket menambahkan, pihaknya tidak henti-hentinya mengingatkan para remaja agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba jenis sabu sangat berbahaya, bisa merusak diri sendiri maupun orang lain. Jangan sekali-kali mencoba, karena sekali terjerumus akan sulit keluar,” tegasnya.
Petugas piket juga berpesan agar para remaja bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah mempercayai berita yang belum tentu benar.
“Jangan gampang termakan isu hoaks yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Saring sebelum sharing, itu penting,” ujarnya.
(*)




























