KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, terus berupaya membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan berbagai keterampilan yang bernilai ekonomi.
Salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang sedang berjalan adalah proses pembuatan tempe, yang kini tengah memasuki tahap awal pengolahan bahan dasar kedelai.
Proses dimulai dari perendaman kedelai, pengupasan kulit hingga fermentasi. Tahapan ini menjadi dasar penting dalam proses pengolahan untuk menghasilkan tempe yang berkualitas dan layak konsumsi.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana tetapi juga sebagai bentuk pembinaan agar WBP memiliki bekal keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, berlatih dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap setelah mereka kembali ke masyarakat keterampilan ini bisa menjadi sumber penghidupan yang mandiri dan positif,” kata Muhammad Yani, dikutip Jum’at (24/10/2025).
Kegiatan pembuatan tempe ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Lapas Kelas IIB Sampit dalam mendukung program akselerasi pemasyarakatan produktif.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan WBP semakin termotivasi untuk belajar dan berkontribusi positif selama menjalani masa pembinaan, sekaligus menciptakan suasana pemasyarakatan yang aktif, produktif dan berdaya guna,” tukasnya.
(Tbk)




























