KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, menyebutkan korban serangan buaya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), sepanjang tahun 2025 hingga saat ini telah mencapai sebanyak 7 orang.
“Yang terakhir ini adalah korban yang ke tujuh, bernama Muhran warga Desa Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut,” kata Muriansyah, Minggu (23/11/2025).
“Diduga kuat yang menyerang korban ini adalah jenis buaya muara/buaya air asin. Ini jenis buaya terganas,” ungkapnya.
“Di laut buaya jenis ini juga bisa hidup, makanya disebut buaya muara atau buaya air asin,” ujarnya.
Ia pun menghimbau kepada para nelayan yang biasa beraktifitas di laut/pantai untuk berhati-hati.
“Tetap berhati-hati dan selalu waspada saat beraktivitas terutama saat malam hari/subuh, karena disaat itulah buaya berkeliaran untuk mencari makan,” ucapnya.
“Kemudian jangan menceburkan diri ke laut terutama di daerah-daerah muara sungai yang banyak buayanya. Seperti di muara Sungai Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, dan muara Sungai Rangkang, Kecamatan Pulau Hanaut,” tukas Muriansyah.
Sebelumnya diberitakan, Sabtu (22/11/2025), sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban Muhran mencari udang ebi di Sungai Rangkang, tiba-tiba diterkam buaya.
Korban sempat berusaha berteriak minta tolong namun karena keadaan masih gelap dan korban sudah ditarik ke laut oleh buaya,
akhirnya korban tidak dapat ditolong oleh dua orang saksi mata Erwin dan Kimi, yang selanjutnya melaporkan kejadian ini kepada warga desa setempat.
(Tbk)




























