KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM /Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, melakukan giat observasi lokasi kemunculan dan gangguan beruang madu.
“Kami melakukan giat observasi lokasi kemunculan dan gangguan beruang madu, pada Sabtu 19 Juli 2025, untuk menindaklanjuti laporan Kades Bapanggang Raya, Kecamatan MB.Ketapang, Kotim, atas nama Syahbana,” kata Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Minggu (20/07/2025).
“Dari hasil observasi, akses masuk lokasi gangguan cukup sulit, karena kalau menggunakan mobil harus dilanjutkan dengan sepeda motor,” ujarnya.
“Lokasi kemunculan dan gangguan merupakan areal kebun kelapa sawit dan karet milik warga, di lokasi petugas bertemu dengan warga pemilik kebun yang dirusak/dimakan beruang, atas nama Nawi,” jelasnya.
Menurut keterangan Nawi, kebunnya mengalami kerusakan sebanyak 7 batang pokok sawit yang dirusak dan umbutnya di makan.
“Sedangkan di tempat bapaknya yang berjarak sekitar 40 meter dari lokasi kebun Nawi, ada sekitar 40 pokok sawit yang dirusak dan dimakan umbutnya,” terang Muriansyah.
Dari pengamatan petugas, diduga kuat beruang madu yang merusak/ memakan umbut sawit tersebut berjumlah 1 ekor, remaja, dan kejadiannya sudah 10 hari sampai 1 minggu yang lalu, dilihat dari bekas kerusakan yang ada.
“Kemudian tindakan petugas memberikan pengarahan pada Nawi tentang perilaku beruang madu dan meminta warga agar segera melapor apabila beruang terlihat lagi,” ujarnya.
“Selanjutnya petugas melakukan pengambilan 1 set perangkap beruang madu yang terpasang di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim,” tambahnya.
“Giat pengambilan perangkap di bantu anggota Koramil Pulau Hanaut dan anggota Polair Polda Kalteng. Pengambilan perangkap dilakukan dengan menggunakan tosa dan klotok penyeberangan,” ujarnya.
Muriansyah menyebutkan, petugas pos akan melakukan pengecekan dan membersihkan perangkap.
Perangkap terpasang di desa tersebut sudah sekitar 8 bulan, dan setelah pemasangan perangkap, beruang tidak pernah muncul lagi.
“Lalu terkait kemunculan beruang di Desa Bapanggang Raya tadi kami sudah beri pengarahan pada pelapor. Apabila nanti dilaporkan beruang datang lagi akan segera dipasang 1 set perangkap beruang, yang berukuran sedang. Kami punya 2 set perangkap beruang, yang plat (kotak) itu untuk perangkap beruang dewasa/besar,” tukas Muriansyah.
(Tbk)




























