KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Untuk memperkuat program Swasembada Pangan di 2026, pemerintah berencana menyuntikkan modal melalui Bulog untuk pembangunan 100 titik gudang dan infrastruktur pasca panen (IPP) di seluruh Indonesia.
“Jadi nanti tinggal kami yang mengusulkannya ke pusat sambil mengawal usulan ini supaya Kotim bisa terpilih karena jatahnya hanya 100 titik se-Indonesia, tapi yang mengusulkan hampir semua cabang jadi ini harus kita kawal,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, dikutip Minggu (16/11/2025).
“Kalau dari pemerintah itu menargetkan Bulog sudah action membangun di tahun 2026 jadi diawal tahun 2027 harus sudah operasional, makanya ini kita kejar proses hibah tanahnya juga proses usulannya karena ini proses yang lumayan panjang,” ujarnya.
“Kalau dari sisi urgensi, yang pertama adalah keluasan lahan di Lempuyang kurang lebih 5.000 hektar yang eksis ditanam, kemudian hasil cetak sawah berdasarkan informasi dari BPP kurang lebih ada 4.000 hektar. Berarti kemungkinan di tahun 2026 nanti lahan yang ditanam kurang lebih ada 9.000 hektar. Kita anggap saja 1 hektar produktivitasnya 4 ton, berarti totalnya kalau 9.000 hektar itu ada sebesar 36.000 ton potensi gabah yang bisa dihasilkan,” jelas Fuad.
“Ini baru dari Lempuyang, belum lagi dari Kuala Pembuang yang notabenenya juga sama, itu juga bisa kita serap, disitu ada kurang lebih 5.000 hektar dikali 4 ton sudah 20.000 ton. Jadi 36.000 ton + 20.000 ton = 56.000 ton potensi gabah kering panen yang bisa dihasilkan,” bebernya.
“Sedangkan kapasitas penggilingan saat ini, baik perorangan maupun kelompok tani, memiliki kapasitas hanya ratusan ton saja, ini tidak seimbang jumlahnya, jadi itulah salah satu urgensi mengapa kita mengusulkan supaya di Kotim bisa terpilih dan tujuan selanjutnya bisa mengupgrade hasil dan kualitas gabahnya,” tambahnya.
Ia menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemkab setempat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta DPRD Kotawaringin Timur untuk meminta rekomendasi terkait lokasi titik dan hibah tanah untuk pembangunan gudang dan IPP.
“Bulog bersama Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Akhyannoor telah meninjau lokasi tanah yang disiapkan untuk pembangunan gudang dan IPP tersebut,” ucapnya.
“Lokasi tanah yang disiapkan tersebut berada di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, seluas 2,6 hektare milik Kepala Desa Regei Lestari yang siap dihibahkan jika Bulog memang pasti akan membangun gudang dan IPP di lokasi tersebut,” imbuhnya.
“Kami mengusulkan dua unit gudang berkapasitas 3500 ton sehingga total 7000 ton. Selain itu ada fasilitas penggilingan modern, mulai dari dryer, mesin poles, color sorter dan peralatan lainnya. Kalau usulan ini dikabulkan maka kami bisa lebih maksimal lagi menyerap gabah petani di Desa Lampuyang dan sekitarnya sampai Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan karena kebetulan ini satu arah,” ucapnya.
Menurutnya, apabila sudah memiliki penggilingan modern dan gudang yang memadai maka Bulog bisa melakukan pengeringan dan penggilingan dengan mekanisasi agar gabah bisa kering merata sehingga ketika digiling berasnya utuh dan bersih.
“Pada akhirnya nilai tambahnya juga besar sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Lempuyang dan secara umum di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tukas Fuad.
(Tbk)




























