BEKASI // MEDIATNI-POLRI.COM / Musyawarah terkait pengaliran air untuk lahan pertanian yang terdampak pekerjaan normalisasi Kali Butek oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) digelar di kediaman penjaga tanggul Kali Butek, Kampung Pulo Tanjung, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 petani dari Desa Sindangsari, Desa Sindangjaya, dan Desa Jayabakti.
Polsek Cabangbungin turut melakukan pengamanan dan monitoring melalui Kanit Intelkam Aiptu Miftah Farid, Binmaspol Desa Sindangsari Aipda Arif Fadillah, serta Brigpol Eka S. dari Unit Intelkam.
Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Desa Sindangjaya Ruslan Abdul Ghani, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Aris, Ketua Gapoktan Cabangbungin Muhammad Syahroni, perwakilan BBWS Agus, perwakilan konsultan Gilman Hilmansyah, perwakilan kontraktor PT TIK Heri, serta penjaga Kali Butek Saman Hudi.
Dalam forum dialog, para petani menyampaikan kebutuhan utama agar aliran air untuk pertanian tetap tersedia selama proyek normalisasi berjalan.
Petani meminta pemasangan sistem pengaliran air, penyediaan pompa apabila debit air tidak mencukupi, serta perbaikan sarana saluran dan talang yang mengalami kerusakan.
Aipda Arif Fadillah dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh peserta menyampaikan aspirasi dengan tenang dan mengedepankan musyawarah.
Ia menegaskan bahwa Polri siap mendampingi jalannya dialog agar permasalahan dapat diselesaikan secara baik tanpa adanya emosi maupun provokasi.
Perwakilan konsultan Gilman Hilmansyah menyampaikan komitmen untuk mencari solusi agar pekerjaan normalisasi tetap berjalan tanpa menghambat kebutuhan air bagi petani.
Pihak konsultan menyatakan akan menyalurkan air melalui pipa berukuran besar ke area terdampak serta melakukan perbaikan terhadap talang air yang rusak.
Sementara itu, perwakilan kontraktor PT TIK Heri menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan konsultan dan BBWS terkait pemasangan sistem pengaliran air serta penyediaan pompa bagi tiga wilayah pertanian yang terdampak.
BBWS juga menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar normalisasi Kali Butek dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan petani.
Ketua Gapoktan Cabangbungin Muhammad Syahroni berharap komunikasi dan sosialisasi kepada petani dapat diperkuat, sehingga pelaksanaan proyek pembangunan ke depan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pertanian masyarakat.
Hasil musyawarah menyepakati bahwa keluhan petani terkait pengaliran air akan ditindaklanjuti oleh kontraktor PT TIK bersama konsultan dan BBWS.
Forum tersebut menjadi langkah awal untuk menjaga keberlangsungan normalisasi Kali Butek sekaligus memastikan aktivitas pertanian warga tetap dapat berjalan.
(*)



























