PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.COM/ Penyerahan diri ARS (21), terduga pelaku pencurian dan pencabulan terhadap seorang pelajar berusia 16 tahun di Pringsewu, tidak terjadi begitu saja.
Sebelum polisi mendatangi rumahnya, penyidik lebih dulu menelusuri jejak ponsel milik korban yang ikut dibawa kabur pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali mengatakan, penyelidikan bermula setelah korban melaporkan kehilangan ponsel dan uang tunai Rp150 ribu dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Dari penelusuran polisi, ponsel korban terdeteksi berada di tangan seorang pria berinisial L di wilayah Kota Bandar Lampung.
Petugas kemudian memeriksa L untuk mengetahui dari mana ponsel tersebut diperoleh.
Kepada polisi, L mengaku mendapatkan ponsel itu dari seorang pria berinisial TS melalui transaksi tukar tambah dengan ponsel miliknya.
Penyidik tidak berhenti pada keterangan L.
Polisi kemudian mencari keberadaan TS dan berhasil menemukannya di wilayah Bandar Lampung.
Dari pemeriksaan terhadap TS, terungkap bahwa ponsel tersebut sebelumnya berada di tangan ARS.
TS mengaku membeli ponsel itu dari ARS dengan harga Rp450 ribu.
Rangkaian informasi tersebut kemudian mengarahkan penyidik kepada ARS yang diduga sebagai orang yang mengambil ponsel korban.
Namun, penyidik tidak hanya menemukan dugaan keterlibatan ARS dalam pencurian.
Keterangan dan hasil penyelidikan polisi mengarah kepada dugaan bahwa ARS juga merupakan pelaku yang berada di kamar korban saat kejadian.
Polisi kemudian bergerak ke rumah ARS di Pekon Gadingrejo.
Namun, kedatangan petugas tidak menemukan ARS di rumah.
Sejak saat itu, ARS menjadi buronan polisi.
Petugas kemudian mengambil langkah persuasif dengan melibatkan pihak keluarga. Polisi meminta ARS segera menyerahkan diri dan mengingatkan bahwa pencarian terhadap dirinya tetap dilakukan.
Upaya tersebut akhirnya berhasil.
Pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, ARS datang ke Mapolres Pringsewu dengan didampingi keluarga dan penasihat hukumnya.
Kepada penyidik, ARS akhirnya buka suara mengenai apa yang terjadi pada malam kejadian.
Ia mengaku awalnya masuk ke kamar korban bukan untuk melakukan pencabulan.
(*)



























