PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.COM / Upaya memperbaiki kondisi Jembatan Gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, mulai dilakukan. Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra kembali turun langsung ke lokasi untuk mengecek proses awal renovasi jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat, Selasa (25/8/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan sehari setelah Kapolres meninjau langsung kondisi jembatan dan mendengarkan keluhan warga terkait kerusakan sejumlah bagian jembatan.
Dalam kegiatan hari ini, proses perbaikan diawali dengan pembersihan area jembatan, sekaligus pengecatan ulang bagian besi dan kawat yang menjadi penopang jembatan.
Sejumlah bagian konstruksi yang sebelumnya terlihat kusam dan mengalami penurunan kondisi mulai dibersihkan dan ditata kembali.
Pengecatan dilakukan sebagai bagian dari upaya perawatan sekaligus untuk membantu melindungi material besi dari paparan cuaca yang dapat mempercepat terjadinya korosi.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, pengecekan secara langsung dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan dan bagian-bagian jembatan yang membutuhkan perhatian dapat teridentifikasi.
“Setelah kemarin kita melihat langsung kondisi jembatan dan mendengar keluhan masyarakat, hari ini kita kembali mengecek proses penanganannya. Untuk tahap awal dilakukan pembersihan dan pengecatan ulang pada bagian besi serta kawat penopang,” kata AKBP Dadi Perdana Putra.
Menurutnya, perbaikan tidak hanya berkaitan dengan tampilan jembatan, tetapi yang paling utama adalah memastikan akses tersebut dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman.
Kapolres menegaskan, kondisi sejumlah bagian jembatan akan terus dipantau sehingga apabila ditemukan bagian yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Kita ingin perbaikan ini dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Bagian-bagian yang memang sudah membutuhkan penanganan harus dicek dan diperbaiki sesuai kebutuhannya. Karena jembatan ini digunakan masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Dialog dengan Warga
Di sela-sela pengecekan, Kapolres juga berdialog dengan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Warga menyampaikan berbagai kondisi yang mereka temui saat menggunakan jembatan, termasuk bagian lantai yang berlubang serta kondisi besi dan kawat penopang.
Warga berharap proses perbaikan tidak berhenti pada pembersihan dan pengecatan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembenahan bagian-bagian konstruksi yang mengalami kerusakan sehingga jembatan dapat digunakan dengan lebih aman dan nyaman.
Kapolres menyambut baik masukan tersebut dan meminta warga ikut menjaga jembatan setelah dilakukan perbaikan.
Menurutnya, perawatan dan kepedulian masyarakat sangat diperlukan agar fasilitas yang digunakan bersama tersebut dapat bertahan lebih lama.
“Masukan dari warga sangat penting karena mereka yang setiap hari menggunakan jembatan ini. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya setelah dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Jembatan Gantung Bumi Arum sendiri memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi akses alternatif yang menghubungkan wilayah Pekon Bumi Arum dengan Pekon Sinar Baru Timur.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu setiap harinya dilalui ratusan kendaraan roda dua untuk berbagai keperluan.
Bagi warga, keberadaan jembatan tersebut mampu memangkas jarak perjalanan hingga sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dibandingkan harus menggunakan jalur utama melalui Jembatan Way Sekampung.
Akses tersebut juga digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang hingga membawa hasil pertanian.
Karena itu, kondisi jembatan menjadi perhatian serius masyarakat, terutama menyangkut aspek keselamatan pengguna.
Pembangunan awal jembatan diketahui dilakukan secara swadaya masyarakat sejak sekitar 1980. Meski pernah mendapat renovasi pada 2024, sejumlah bagian jembatan kembali mengalami kerusakan sehingga warga berharap dilakukan penanganan secara menyeluruh.
Dalam pengecekan kali ini, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama proses perbaikan berlangsung.
Pengguna jembatan diminta menyesuaikan kecepatan dan memperhatikan kondisi sekitar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Pringsewu menyampaikan bahwa langkah awal perbaikan tersebut merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi jembatan dan mendorong koordinasi dengan unsur terkait agar kebutuhan perbaikan dapat ditangani secara bertahap.
“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Kita berharap dengan adanya penanganan ini kondisi jembatan semakin baik, dan masyarakat yang menggunakan akses ini bisa merasa lebih aman,” pungkasnya.
Dengan dimulainya proses pembersihan dan pengecatan tersebut, warga berharap perbaikan Jembatan Gantung Bumi Arum dapat terus berlanjut hingga seluruh bagian yang mengalami kerusakan mendapatkan penanganan.
Mereka juga berharap akses yang selama puluhan tahun menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat Pringsewu dan Sukoharjo tersebut dapat kembali kokoh dan layak digunakan.
(*)


























