MOANEMANI // MEDIATNI-POLRI.COM / 16/04/2025, Babinsa Koramil 1705-04 Moanemani bersama Polsek Kamuu melaksanakan siaga pemantauan wilayah di Pasar Ikebo, Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah tanggap darurat pasca terjadinya perampokan konter dan pembunuhan terhadap Sdr. Haji Laelo yang mengguncang masyarakat setempat pada tanggal 14 April 2025.
Kejadian tragis tersebut telah meninggalkan duka mendalam bagi warga, khususnya keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Dalam upaya menjaga ketenangan dan keamanan di wilayah tersebut, pihak keamanan menyampaikan pentingnya kerjasama antara aparat dan masyarakat.
Mereka mengimbau kepada semua pihak, terutama pendatang, untuk melarang masyarakat OAP (Orang Asli Papua) memasuki pasar dalam waktu dekat.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan dukacita atas peristiwa yang telah terjadi.
Pelda Depris dari Koramil 1705-04 juga menekankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemukiman atau tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.
Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya dapat menambah ketegangan, tetapi juga berpotensi menciptakan konflik yang lebih besar di antara warga.
“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketenangan di wilayah ini, terutama saat-saat sulit seperti sekarang,” ujarnya.
Keberadaan Babinsa dan Polsek di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Mereka berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan menjaga situasi agar tetap kondusif.
Diharapkan, dengan kerjasama antara aparat keamanan dan masyarakat, kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.
Kegiatan pemantauan ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.
Melalui dialog yang terbuka, diharapkan masyarakat dapat merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini.
Semua pihak diajak untuk bersatu dalam menjaga keamanan dan ketentraman di lingkungan mereka,
serta mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
(Ratri)




























