KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Aliansi Masyarakat Peduli Plasma 119 (AMPLAS 119) akhirnya resmi dijadikan sebagai wadah tempat berhimpunnya koperasi-koperasi yang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dari keseluruhan Ketua Koperasi yang hadir pada Sabtu 20 September 2025, di salah satu rumah makan dilakukan acara khusus pembentukan dan pelegalan organisasi yang menobatkan Audy Valent sebagai Ketua Umum.
“Diberinya nama AMPLAS 119 karena gerakan aksi demo dari anggota 23 koperasi di Kantor Bupati Kotawaringin Timur yang dilakukan pada tanggal 11 September 2025, jadi diambilah nama AMPLAS 119,” kata Audy Valent, Minggu (21/09/2025).
Menurutnya, dilegalkannya AMPLAS 119 tidak lepas dari menumpuknya permasalahan pada setiap koperasi yang telah puluhan tahun lebih tidak terselesaikan, dan hampir kesemuanya menemui jalan buntu pada permasalahan plasma 20 persen,
serta kemitraan pada perkebunan kelapa sawit, sehingga membuat semua koperasi bersepakat mendirikan satu organisasi tempat berhimpun yang diberi nama AMPLAS 119.
“Saya berterima kasih kepada koperasi-koperasi yang memberikan kepercayaan kepada saya dalam memimpin organisasi AMPLAS 119 ini, sebab tidak gampang memimpin organisasi yang tadinya hanya 23 koperasi yang berhimpun dan saat ini sudah bertambah anggotanya menjadi 29 koperasi, yang mana satu koperasi memiliki anggota ribuan orang. Saya berharap kepada 29 koperasi yang tergabung dalam organisasi ini untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam satu tujuan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan berdirinya AMPLAS 119 ini akan menambah beragamnya tempat pilihan organisasi bagi banyaknya koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Sebab selain AMPLAS 119 juga ada organisasi lain tempat berhimpunnya koperasi yang ada di Kotim,” jelasnya
“AMPLAS 119 ini adalah organisasi yang fokus dan total pada penyelesaian segala permasalahan yang terjadi diberbagai koperasi yang ada di Kotim, jadi segala permasalahan akan dibahas dan ditindak lanjuti untuk dicarikan jalan penyelesaiannya. Satu organisasi akan berjalan lurus apabila seluruh pengurus dan seluruh anggota bersatu dalam satu bingkai kebersamaan,” ucapnya.
“Makanya saya meminta untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan serta saling terbuka antara sesama koperasi, jangan ada yang ditutup-tutupi dalam menyampaikan permasalahan agar permasalahan tersebut bisa dibahas bersama secara detail dalam organisasi, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan,” tukas Audy Valent.
(Tbk)



























