MERAUKE // MEDIATNI-POLRI.COM/ Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program Swakelola Cetak Sawah Rakyat (CSR) TA 2026 bekerja maksimal, jujur dalam pelaporan, dan mempercepat pekerjaan sebelum kondisi cuaca berubah.
Penegasan itu disampaikan Pangdam saat memimpin Paparan Evaluasi Swakelola Cetak Sawah Rakyat TA 2026 di Ruang Rapat Trikora Makodam XXIV/MT, Merauke, Papua Selatan, Jumat (14/8/2026).
Pangdam menekankan, setiap laporan harus menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk capaian pekerjaan maupun kendala yang dihadapi.
“Laporkan secara objektif berapa capaian yang sudah dikerjakan dan berapa hasil yang benar-benar ada. Jangan sampai laporan tidak berbanding lurus dengan kondisi di lapangan,” tegas Pangdam.
Menurutnya, berbagai kendala seperti material, pembayaran, uang muka pekerjaan maupun persoalan teknis harus segera disampaikan. Pangdam meminta seluruh pihak tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan menyelesaikan setiap persoalan sebagai satu tim.
“Kalau ada kendala, segera sampaikan. Jangan dipendam sendiri. Kita cari solusinya bersama,” ujarnya.
Pangdam juga meminta waktu dan kondisi cuaca yang masih mendukung dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan. Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan curah hujan dapat menghambat pekerjaan di lapangan.
“Mumpung kondisi masih mendukung, mari kita maksimalkan waktu untuk mengejar target. Jangan sampai kesempatan ini terlewat,” katanya.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah pelaksana memaparkan perkembangan pekerjaan masing-masing. Hasil pengecekan juga masih menemukan beberapa kendala, antara lain lahan yang belum sepenuhnya bersih dan pekerjaan yang belum sesuai spesifikasi teknis.
Untuk meningkatkan akurasi data, tim teknis juga mendorong penggunaan sistem pelaporan dan validasi bersama antara pelaksana dan pengawas lapangan.
Kegiatan tersebut juga diikuti Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto, Irdam Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, Kapoksahli Brigjen TNI Erdy Ekawidjajanto Arif, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim, para pejabat utama Kodam XXIV/MT, Dandim 1707/Merauke, para Dansat jajaran, pengawas, rekanan, dan mitra pelaksana.
Evaluasi tersebut menjadi langkah Kodam XXIV/MT untuk memastikan pelaksanaan cetak sawah berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan di Papua Selatan.
Sumber :
Kapendam XXIV/Mandala Trikora
Letkol Inf Ronny W. Koesuma



























