PAPUA // MEDIATNI-POLRI.COM / “Selain dipaksa oleh TPNPB-OPM untuk menanam ganja hingga ke pekarangan rumah sendiri, ternyata masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua”
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Shalom, Salam Sejahtera untuk Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu-rahayu.
Pasca-pengungkapan ladang ganja di pelosok Papua beberapa waktu lalu, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menemukan fakta lainnya yang sangat memilukan.
Selain dipaksa oleh TPNPB-OPM untuk menanam ganja, ternyata masyarakat setempat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua.
Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama, karena jelas menjadi ancaman serius yang nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat serta masa depan bumi Papua.
TNI tidak tinggal diam! Intensitas dan jangkauan pengamanan wilayah kami perluas, sehingga prajurit masuk lebih dalam ke belantara rimba, lembah atau bukit di bawah kaki pegunungan, yang terindikasi menjadi lokasi budidaya ganja.

Hasilnya, kami kembali menemukan fakta yang lebih menyayat hati, dimana sejumlah warga mengaku diintimidasi oleh kelompok separatis OPM untuk menanam ganja di sekitar pekarangan rumah mereka sendiri.
Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang mati-matian menjaga anak-anak mereka di tanah kelahiran, TPNPB-OPM justru menyemai dan menumbuhkembangkan racun di tumpah darah yang sama.
Tindakan TPNPB-OPM ini bukan hanya kejahatan di mata hukum, melainkan dosa besar terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan Tuhan.
Mereka telah melupakan siapa diri mereka, merusak tanah suci ini dan mengkhianati darah daging mereka sendiri, serta jati diri sejatinya orang Papua, yang penuh kasih dan persaudaraan.
Merespons situasi kritis ini, dengan menggunakan Heli TNI AU, Saya didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kaskogab Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, dan pejabat utama Kogabwilhan III lainnya, menyambangi masyarakat di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kehadiran kami di sana adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, sekaligus menyebarkan foto DPO Tokoh TPNPB-OPM yang menjadi otak di balik maraknya budidaya ganja di tanah Papua.
Dalam kegiatan tersebut, TNI merangkul para orang tua dan mama-mama Papua, sekaligus membekali anak-anak dengan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini.
Edukasi ini kami kemas secara humanis melalui berbagai permainan seru dan pembagian cenderamata menarik, mulai dari tas sekolah, buku tulis, hingga ragam camilan sehat yang membawa keceriaan bagi anak-anak.
Bagi TNI, langkah ini hakikatnya bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan sebuah perjalanan kemanusiaan dan spiritual.
Setiap jejak yang ditapaki adalah bentuk ikhtiar menyelamatkan generasi penerus, dan setiap rintik keringat yang menetes adalah genangan amal ibadah kami di akhirat kelak.
Langkah taktis ini juga menjadi komitmen nyata kami dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ke-7 yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika.
Sejalan dengan instruksi Kepala Negara, segenap prajurit di bawah kendali Satgas TNI mengambil tindakan cepat dan tegas dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM.
Perang ini menjadi kian mendesak setelah juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, secara terang-terangan menyatakan melegalkan anggotanya membudidayakan ganja.
Seruan destruktif tersebut tidak hanya mengangkangi norma, adat, budaya, dan religi orang Papua, tetapi juga secara nyata menghambat roda pertumbuhan sosial-ekonomi di ufuk timur Indonesia.
Narkoba adalah paradoks dari pembangunan dan kesejahteraan Papua. Ini bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional.
Oleh karena itu, gerakan ini harus menjadi “Perang Badar” semesta yang melibatkan segenap elemen dan eksponen bangsa di Bumi Cenderawasih.
Dalam kesempatan ini, Saya memberikan penghargaan serta mengungkap rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang telah bekerja dengan hati.
Penemuan hampir 2.000 batang pohon ganja ini adalah bukti nyata kecintaan TNI kepada Tanah Papua. Dedikasi luar biasa Satgas TNI tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga telah menyelamatkan masa depan ribuan generasi muda Papua.
Di tengah sunyi dan kerasnya medan Papua, Prajurit TNI akan terus berdiri tegak, bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi.garda terdepan dalam perang badar melawan narkoba.
Dari pedalaman Papua, dengarkan pesan dan suara lantang kami, TNI bersama rakyat akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat!
Terimakasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wanatokatu, Shalom, Salam Sejahtera untuk Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu-rahayu.
(*)




























