BEKASI // MEDIATNI-POLRI.COM / Polres Metro Bekasi menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 dalam rangka memantapkan kesiapan pengamanan dan pelayanan seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bekasi.
Kegiatan berlangsung di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Jumat (7/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB, dipimpin Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., bersama Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi AKBP Zaini Abdillah Zainuri, S.Kom., S.I.K., M.M., serta dihadiri para Wakapolsek dan Kasium Polsek jajaran Polres Metro Bekasi.
Dalam arahannya, Kasat Intelkam menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul selama pelaksanaan Pilkades, mulai dari praktik politik uang, gesekan antarpedukung calon, polarisasi masyarakat akibat perbedaan pilihan, hingga potensi manipulasi data hasil pemungutan suara.
Selain kerawanan sosial, jajaran juga diminta memetakan kondisi geografis tempat pemungutan suara, khususnya TPS yang berada di sekitar sungai, kali maupun kawasan rawan banjir.
Berdasarkan pemetaan sementara, jumlah TPS Pilkades di wilayah Kabupaten Bekasi pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 4.875 TPS.
Perhatian juga diberikan kepada desa yang baru memiliki satu bakal calon kepala desa. Tahapan perpanjangan maupun pendaftaran bakal calon akan terus menjadi bagian dari pengamanan dan pemantauan jajaran kepolisian sesuai jadwal tahapan Pilkades yang telah ditentukan.
Kasat Intelkam turut mengingatkan adanya perkembangan isu di tengah masyarakat, termasuk munculnya isu-isu bernuansa mistis dalam kontestasi Pilkades.
Seluruh personel diminta tetap berpedoman pada langkah kepolisian yang profesional serta mengedepankan pengamanan melalui kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli pada setiap tahapan.
Sementara itu, Kasubbagkerma Polres Metro Bekasi AKP Lestari Ningsih menyampaikan konsep operasi Wibawa Mukti Jaya 2026 meliputi empat pola kegiatan, yakni deteksi dini, preemtif, preventif dan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).
Target operasi juga dipetakan dalam empat kategori, meliputi orang, tempat, barang dan kegiatan. Dalam pengamanan Pilkades, diperkirakan sebanyak 4.222 personel akan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan.
Selain itu, setiap desa direncanakan memiliki satu TPS yang menggunakan sistem digital. Untuk pengawalan bakal calon kepala desa, pelaksanaannya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas sesuai ketentuan dan kebutuhan pengamanan di wilayah masing-masing.
Latpraops juga menekankan kesiapan administrasi dan sistem pelaporan posko Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026. Personel yang mengawaki posko diwajibkan tertib mengisi buku mutasi, sementara operator Satgas Res dan Satgas Wil di Polsek jajaran diminta memasukkan rencana serta hasil kegiatan, baik secara manual maupun melalui aplikasi EWS.
Seluruh personel yang terlibat operasi juga diwajibkan melakukan pengisian SOT sebagai bagian dari pengendalian dan pelaporan kegiatan operasi.
Melalui Latpraops Wibawa Mukti Jaya 2026, Polres Metro Bekasi berupaya menyamakan pola pikir dan pola tindak seluruh personel sehingga pengamanan setiap tahapan Pilkades dapat berjalan optimal.
Kesiapan tersebut diharapkan mampu mencegah potensi gangguan sejak dini serta memastikan pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Bekasi berlangsung aman, tertib, damai dan kondusif.
(Jefry Gobang)




























