LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM/ Polsek Meranti ~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana siang hari di sebuah toko kelontong di wilayah hukum Polsek Meranti, Kabupaten Landak, tampak berbeda pada Sabtu (15/8/2026).
Kehadiran sosok berseragam cokelat khas Kepolisian Republik Indonesia bukan untuk melakukan penindakan, melainkan membawa kesejukan melalui sapaan hangat dan patroli dialogis.
Dalam foto yang beredar, terlihat momen humanis saat seorang personel kepolisian tengah berinteraksi santai dengan pemilik toko dan seorang anak kecil yang kebetulan berada di lokasi.
Dengan senyum ramah, petugas tersebut tampak menunjuk ke arah barang dagangan atau memberikan nasihat ringan, menciptakan kedekatan emosional antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kegiatan patroli siang ini merupakan upaya rutin kepolisian untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan para pelaku usaha kecil.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kapolsek Meranti, Ipda Uwes, S.H., secara terpisah menyampaikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat, khususnya di tempat-tempat usaha seperti warung atau toko, adalah wujud nyata pelayanan prima Polri.
“Patroli yang kami lakukan tidak hanya sekadar memantau situasi keamanan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dua arah. Kami ingin mendengar langsung keluhan atau masukan dari warga, sekaligus memberikan rasa aman bagi mereka yang sedang beraktivitas mencari nafkah,” ujar Ipda Uwes.
Pada kesempatan patroli siang tersebut, polisi juga memberikan himbauan penting kepada pemilik toko. Himbauan ini meliputi kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu, pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekitar toko, serta ajakan untuk tidak segan melapor jika melihat adanya potensi gangguan keamanan atau tindak kriminalitas di sekitar wilayah Meranti.
Lanjut Kapolsek menambahkan, interaksi dengan anak-anak yang berada di lokasi juga menjadi momen berharga untuk menanamkan citra positif polisi sejak dini.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa polisi adalah sahabat mereka, sosok yang melindungi dan mengayomi, bukan untuk ditakuti. Sapaan hangat kepada adik kecil di toko tadi adalah bagian dari pendekatan humanis kami. Jika masyarakat merasa nyaman dan dekat dengan polisi, maka kerjasama dalam menjaga keamanan lingkungan akan tercipta dengan sendirinya,” pungkas Ipda Uwes.
(*)



























