KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / PT. Rimba Makmur Utama (RMU) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Patroli Pencegahan dan Pemadaman Karhutla Tingkat Desa/Kelurahan se-Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2025, Kamis (27/11/2025).
Hadir pada kegiatan ini, Camat Seranau, Danramil 1015-03 MB.Ketapang, perwakilan Polsek MB.Ketapang, Satgas Karhutla Kecamatan Seranau,
Tim RSA, Kades dan Lurah se-Kecamatan Seranau, Damang Kecamatan Seranau, serta perwakilan manajemen PT.RMU.
Kepala Zona Seranau PT.Rimba Makmur Utama (RMU), Yohanes Taka, menjelaskan rapat evaluasi ini menjadi momentum penting bagi peserta untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan,
apa yang masih menjadi kelemahan, dan apa yang harus diperbaiki guna menghadapi musim kemarau berikutnya.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antar sektor menjadi kunci utama dalam pencegahan dan penanganannya,” kata Yohanes Taka.
“Pada tahun 2025 ini, kami telah melakukan berbagai upaya seperti patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan sarana prasarana pemadaman, serta koordinasi lintas lembaga. Namun tentu masih terdapat beberapa tantangan di lapangan, seperti akses area rawan, keterbatasan personel, dan faktor perilaku masyarakat yang perlu terus diperbaiki,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Seranau, Dwi Kushendro, S.IP, menyebutkan secara umum untuk evaluasi RSA tahun 2025 ini tentang pencegahan Karhutla di Kecamatan Seranau sudah ada peningkatan.
“Saya lihat ada peningkatan yang signifikan yaitu dengan adanya nol kebakaran hutan dan lahan, bisa kita lihat di slide informasi BPBD Kotim bahwasanya Kecamatan Seranau ini zero kebakaran hutan dan lahan. Harapan saya untuk tahun 2026 dan selanjutnya kita bisa lebih tingkatkan lagi sinergitas dan kerjasama di lapangan agar tidak sampai terjadi Karhutla,” jelasnya.
“Dan untuk kesadaran masyarakat menurut saya sejauh ini mereka terlibat aktif dalam penanganan Karhutla, ini bisa kita lihat di setiap regu siaga api banyak masyarakat di tiap desa yang berpartisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 1015-03 MB.Ketapang, Kapten Pairin, mengatakan untuk pelaksanaan pencegahan Karhutla di Kecamatan Seranau selama ini sudah cukup baik.
“Namun tentunya akan ada anggaran pengeluaran dan pertanggungjawabannya terkait kegiatan pencegahan Karhutla ini dari tiap desa, yang tentunya harus diberikan pelatihan dan bimbingan yang berkaitan dengan hal ini,” ucapnya.
Usai kegiatan, Polsek MB.Ketapang yang diwakili oleh Kanit Reskrim Iptu Rianto, menyampaikan apresiasinya terkait kegiatan ini.
“PT.RMU ini sangat banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat terutama kinerjanya untuk memelihara kelestarian hutan dan lahan,” ujarnya.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan motivasi kepada kita semua dan kebetulan di acara ini juga dihadiri oleh kades se-Kecamatan Seranau sehingga tujuan dari kegiatan ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat sebagaimana mestinya,” tukasnya.
Senada, Damang Kecamatan Seranau Yanto, berharap melalui kegiatan ini di wilayah kecamatan setempat akan aman dari ancaman Karhutla.
“Untuk tahun 2025 dari bulan Januari hingga November ini alhamdulillah di wilayah Kecamatan Seranau, khususnya di kelurahan dan desa-desa tidak ada terjadi kebakaran, dan semuanya ini aman berkat bantuan dari pihak ketiga, yaitu PT.RMU yang selalu memfasilitasi Tim RSA di setiap desa/kelurahan,” ungkapnya.
Salah satu peserta kegiatan, Kepala Desa Terantang Hilir, Abdul Muhid, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini.
“Terkait masalah pencegahan Karhutla, Desa Terantang Hilir alhamdullilah disupport penuh oleh PT.RMU untuk kegiatan Tim RSA, sehingga upaya pencegahan Karhutla bisa berjalan dengan baik sesuai dengan rencana,” pungkasnya.
(Tbk)



























