MALANG // MEDIATNI-POLRI.COM / Senin, 17 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga selesai, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Donomulyo, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang menggelar kegiatan sosialisasi mengenai bahaya bullying dan kenakalan remaja.
Kegiatan ini menghadirkan Bhabinkamtibmas Desa Donomulyo, Aiptu Suwito, sebagai pemateri utama.
Hadir dalam kegiatan penting ini antara lain:
1. Afriana Kustikasari, S.Pd.SD., M.Pd. selaku Kepala Sekolah
2. Aiptu Suwito (Bhabinkamtibmas)
3. Bapak/Ibu Guru serta staf SDN 4 Donomulyo
4. 98 siswa-siswi SDN 4 Donomulyo
Dalam penyampaiannya, Aiptu Suwito memberikan pemahaman mendalam mengenai definisi bullying dan kenakalan remaja.
Ia menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti atau mengintimidasi orang lain.
Sementara kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak usia remaja yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.
Jenis-jenis bullying yang dijelaskan meliputi:
Verbal: mengejek, menghina, atau mengancam.
Fisik: menyakiti, mendorong, merusak barang, atau mencuri.
Sosial: mengucilkan, menyebarkan gosip, merusak hubungan pertemanan.
Siber: perundungan melalui media digital.
Seksual: komentar atau sentuhan yang tidak pantas dan mengarah pada pelecehan.
Aiptu Suwito juga memaparkan berbagai penyebab bullying, mulai dari faktor kekuasaan, pengaruh lingkungan, pengalaman masa lalu, kurangnya perhatian orang tua, hingga dorongan untuk mencari pengakuan.
Ia menekankan bahwa dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, namun juga oleh pelaku dan lingkungan sekolah.
Korban dapat mengalami ketakutan, tekanan mental, perubahan perilaku, hingga gangguan psikologis jangka panjang.
Sementara pelaku dapat tumbuh dengan karakter agresif yang berpotensi merusak masa depan mereka.
Untuk mencegah dan menangani bullying, Aiptu Suwito mengajak siswa untuk tidak membalas kekerasan, memperkuat kepercayaan diri, memperluas pertemanan,
serta berani melapor kepada guru maupun orang tua. Guru dan orang tua juga diminta untuk memberikan dukungan, perhatian, serta teladan positif bagi anak-anak.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah siswa turut menyampaikan laporan mengenai adanya tindakan perundungan yang dilakukan oleh teman mereka.
Aiptu Suwito langsung memberikan pembinaan serta menasihati siswa terkait agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Selain memberikan sosialisasi, Aiptu Suwito juga turut serta dalam penyerahan piagam penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meminimalisir kenakalan siswa di lingkungan sekolah serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sebagai upaya menjaga masa depan generasi penerus bangsa.
Penulis : Ratri




























