JAKARTA // MEDIATNI-POLRI.COM/ Anas Urbaningrum menyampaikan pesan terbuka yang dibalut kehangatan untuk Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Melalui pesan bernuansa santai tersebut, mantan Ketua Umum PB HMI ini menegaskan pentingnya menjaga kerukunan serta semangat persaudaraan antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Anas menilai tidak ada alasan mendasar bagi kedua organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia tersebut untuk saling bermusuhan.
Menurutnya, kompetisi antar-organisasi adalah hal wajar yang justru mendewasakan, selama tetap berada dalam koridor persaudaraan.
Baik dari sudut pandang teori sosial, kajian demokrasi, masyarakat sipil, hingga prinsip ukhuwah, seluruhnya mengarah pada satu tujuan: berlomba-lomba menghadirkan kemaslahatan bersama.
Hal yang sama berlaku dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU). Anas menekankan bahwa siapa pun sosok yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU—baik dari latar belakang alumni PMII, HMI, GMNI, IPNU, Ansor, maupun Fatayat—seharusnya tidak menjadi persoalan yang merenggangkan hubungan.
Kenangan Bersama Kyai Jalil Tulungagung
Dalam catatannya, Anas mengungkit kenangan masa lalu saat dirinya dan Cak Imin dihubungkan oleh ikatan persaudaraan khusus oleh almarhum Kyai Abdul Jalil Mustaqim dari Pondok Pesantren PETA, Tulungagung.
Momen itu terjadi ketika keduanya sama-sama menjabat sebagai Ketua Umum di organisasi masing-masing—Cak Imin menjelang akhir masa jabatannya di PMII, sementara Anas baru memulai kepemimpinannya di HMI.
“Saya ingat salah satu nasihat pendek dari Kyai Jalil: ‘PMII dan HMI yang rukun ya’. Tentu disampaikan dalam bahasa Jawa,” kenang Anas.
Mengakhiri pesannya, Anas menyampaikan salam paseduluran (persaudaraan) dan berseloroh bahwa singkatan HMI sebetulnya bisa saja diartikan secara bersahaja menjadi “Haji Muhaimin Iskandar” demi mencairkan suasana.
(*)




























