PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.COM / Tidak ada panggung. Tidak ada seremoni panjang. Apalagi peresmian dengan acara mewah.
Setelah dua hari bergotong royong memperbaiki Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Lampung, proses renovasi justru ditutup dengan cara sederhana.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama warga makan bersama dan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di balik kesederhanaan itu, ada satu hal yang jauh lebih penting: jembatan yang sebelumnya membuat warga waswas kini kembali bisa dilintasi dengan lebih aman dan nyaman.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Kayu penopang yang lapuk dan berlubang diganti dengan kayu baru berukuran lebih tebal. Besi yang putus dan rusak diperbaiki dengan pengelasan.
Untuk memperkuat konstruksi, plat penjepit juga dipasang pada bagian kayu. Sejumlah bagian jembatan kemudian dicat ulang, sementara area di sekitar jembatan dibersihkan.
Perbaikan tersebut tidak dikerjakan oleh polisi seorang diri. Lebih dari 200 warga dari dua kecamatan ikut turun tangan.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Wakapolres Kompol Samsuri, para pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Kepala Pekon Bumi Arum dan Sinar Baru Timur turut bergotong royong bersama masyarakat.
Antusiasme warga bahkan membuat pekerjaan selesai lebih cepat dari target awal.
Setelah seluruh pekerjaan rampung, jembatan diserahkan kembali kepada masyarakat.
Tidak ada seremoni khusus. Bagi Kapolres, yang terpenting bukan siapa yang berdiri di depan kamera atau siapa yang meresmikan. Jauh lebih penting memastikan jembatan kembali memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya.
“Ini adalah milik masyarakat. Kita perbaiki bersama, kita gunakan bersama dan tentu kita jaga bersama. Harapannya setelah ini masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” ujar AKBP Dadi Perdana Putra.
Makan bersama kemudian menjadi penutup kegiatan. Suasana sederhana itu sekaligus diwarnai pembagian sembako bagi warga yang membutuhkan.
Bagi warga, momen tersebut menjadi bentuk rasa syukur. Sebab, jembatan yang selama ini menjadi akses penting untuk aktivitas sehari-hari kini kembali dalam kondisi lebih baik.
“Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Kami yang setiap hari lewat tentu sangat merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan setelah diperbaiki ini bisa lebih aman dan sama-sama kita rawat,” ujar Samsudin, warga Pekon Bumi Arum.
Dibangun Swadaya Sejak 1982
Kepala Pekon Bumi Arum Sukimin mengungkapkan, jembatan tersebut memiliki sejarah panjang bagi masyarakat setempat.
Jembatan itu pertama kali dibangun pada 1982 dengan menggunakan swadaya murni masyarakat. Namun, delapan tahun kemudian, tepatnya pada 1990, jembatan tersebut pernah ambruk dan menyebabkan delapan orang menjadi korban.
Sejak saat itu, perawatan jembatan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Hampir setiap tahun warga melakukan perbaikan agar jembatan tetap dapat digunakan.
“Setiap tahun memang perlu ada perbaikan dan selama ini menggunakan anggaran swadaya murni masyarakat. Baru tahun ini kita mendapatkan bantuan perbaikan dari Polres Pringsewu,” kata Sukimin.
Ia berharap perbaikan kali ini membuat jembatan dapat bertahan lebih lama dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melintas.
Namun, di balik perbaikan tersebut, warga masih menyimpan harapan yang lebih besar. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian khusus untuk membangun jembatan permanen.
Pasalnya, jembatan gantung tersebut bukan sekadar akses bagi warga Pekon Bumi Arum. Jembatan itu menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pringsewu, Sukoharjo, hingga Banyumas.
Bagi warga, keberadaan jembatan ini sangat menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari. Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang membawa hasil pertanian, hingga aktivitas perdagangan.
Jika jembatan tidak bisa dilintasi, warga harus menggunakan jalur lain dengan jarak yang jauh lebih panjang.
Karena itu, perbaikan yang dilakukan kali ini menjadi angin segar. Namun bagi masyarakat, harapan mereka belum berhenti.
Mereka ingin suatu hari nanti jembatan gantung tersebut benar-benar digantikan dengan jembatan permanen yang lebih kokoh, sehingga akses utama penghubung antarkecamatan itu bisa digunakan dengan aman dalam jangka panjang.
(*)




























