MALANG, AMPELGADING // MEDIATNI-POLRI.COM / Di sudut Dusun Krajan 1A RT 03/RW 02, Desa Lebakharjo, tersimpan sebuah kisah sederhana namun penuh inspirasi.
Di tengah semangat pembangunan melalui Program TMMD ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu, sepasang suami istri muda berhasil mengembangkan usaha kecil mereka yang kini kian dikenal masyarakat, 05/11/2025.
Adalah Reni Cristianing (30) dan Yeni Kristiawan (29), pasangan suami istri yang sejak tahun 2020 menekuni usaha rumahan bernama Ning Kripik (NK) — camilan khas Lebakharjo berbahan dasar pisang raja nangka.
Berawal dari dapur rumah sederhana dan hanya bermodalkan dua tandan pisang per hari, keduanya dengan sabar mengiris, menggoreng, dan membumbui keripik hingga menghasilkan sekitar 30 bungkus setiap hari.
Semua dikerjakan berdua, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan, hingga pemasaran, tanpa bantuan tenaga lain.
Tak hanya berproduksi, Reni dan Yeni juga berusaha menjalankan usaha mereka secara profesional.
Pada tahun berdirinya, mereka mulai mengurus izin PIRT (Perizinan Industri Rumah Tangga) sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan “Ning Kripik” menjadi oleh-oleh khas Desa Lebakharjo.
Kehadiran TMMD ke-126 di Desa Lebakharjo ternyata membawa dampak positif bagi usaha kecil tersebut.
Dalam suasana desa yang ramai oleh kegiatan pembangunan dan interaksi dengan Satgas TMMD, penjualan Ning Kripik melonjak hingga 60 bungkus per hari.
“Kami jalankan ini dengan modal kecil, karena banyak warga menanam pisang di sini. Alhamdulillah, setelah TMMD dilaksanakan di desa kami, penjualan meningkat. Terima kasih kepada Pak TNI yang sudah pusatkan kegiatan di sini,” ujar Reni penuh syukur.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan saluran irigasi, Satgas TMMD ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu juga berperan dalam memberikan dukungan moral dan promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Produk “Ning Kripik” bahkan mendapat ruang promosi di beberapa kegiatan TMMD, membantu memperluas jangkauan pasar.
Melalui semangat gotong royong dan dorongan nyata dari program TMMD, Desa Lebakharjo tak hanya tumbuh dari sisi infrastruktur, tetapi juga ekonomi masyarakatnya.
Kisah Reni dan Yeni menjadi bukti bahwa keberadaan TMMD bukan sekadar membangun fisik desa, tetapi juga menghidupkan semangat wirausaha dan kemandirian ekonomi rakyat.
Ratri



























