WONOGIRI // MEDIATNI-POLRI.COM / Mengakiri bulan Ruwah yang sebentar lagi akan mengawali bulan puasa, warga masyarakat dusun Blongan desa Trukan, minggu 15-2-2026 kompak melaksanakan kerja bakti ” resik-resik kuburan”.
Dipimpin kepala dusun Bp Nardi, ketua RT 01 Bp Ratmin dan ketua RT 02 Bp Suradi, hampir semua warga dengan giat menyingkirkan rerumputan yang menyelimuti area kuburan sehingga kuburan / makam tampak asri.
Di bulan menjelang puasa seperti ini banyak peziarah yang sengaja mendatangi makam leluhur untuk mendoakan agar arwah mendapatkan tempat yang mulia.
Bagi masyarakat dusun Blongan kususnya dan masyarakat Jawa umumnya kuburan sering disebut makam atau pesarean,
bukan sekedar tempat pemakaman jasad, melainkan simbul penghurmatan, pengingat kematian dan ikatan batin antara yang hidup dan leluhur.
Dalam adat jawa dan itu juga masih di maknai sampai sekarang, pemakaman merupakan wujud bakti yang msih hidup harus
“mikul dhuwur mendhem jero ” yang berarti : menghurmati jasa leluhur setinggi- tingginya dan menutupi rapat-rapat kesalahan atau keburukan orang yang sudah meninggal
Kuburan / Makam merupakan tempat meditasi dan refleksi ( eling), bahwa kehidupan manusia di dunia hanya sementara dan akan kembali ke tanah, sehingga manusia perlu eling / ingat kepada Tuhan dan mempersiapkan bekal akirat.
Menjelang bulan puasa ada tradisi ruwahan atau nyekar, masyarakat menziarahi makam leluhur,
ini adalah bentuk bakti dan merawat ikatan emosional dengan leluhur agar di ampuni segala dosanya.
Terlepas dari berbagai tradisi yang dari jaman nenek moyang sampai sekarang mulai dari membersihkan kuburan,
nyekar slametan masih di lakukan tentu akan membangun kesadaran manusia bahwa suatu saat kita akan menghadap Tuhan dan akan di semayamkan di kuburan.
Kegiatan pagi tadi berjalan lancar, semoga amal ibadahnya diterima, diampuni dosa-dosanya kita yang masih hidup senantiasa diberi kesehatan dan rezki yang barokah.
( Pdtry )



























