LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM / Polsek Mandor~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Ada pemandangan yang berbeda dan menyentuh hati pada Minggu malam (9/8/2026) di salah satu sudut warung kopi di wilayah Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.
Di tengah kesibukan patroli malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tampak memilih cara yang tak biasa dalam menjalankan tugasnya.
Alih-alih hanya berkeliling dengan kendaraan dinas atau berdiri kaku memantau situasi, sang polisi justru memarkirkan kendaraannya, menghampiri meja warga, dan duduk berbaur layaknya saudara. Dalam foto yang beredar, terlihat keakraban yang begitu cair antara aparat penegak hukum dengan tiga orang pemuda setempat.
Sambil menikmati minuman di atas meja kayu berwarna kuning, mereka terlibat obrolan santai yang diselingi tawa. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menindak pelanggaran, melainkan sebagai mitra, sahabat, dan pelindung yang siap mendengar keluh kesah warga secara langsung dari dekat.
Dalam kesempatan ngobrol santai tersebut, polisi juga memanfaatkan momen keakraban itu untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas.
Minggu malam (9/8/2026) polisi juga berikan himbauannya kepada para pemuda agar senantiasa menjaga kerukunan, tidak terlibat dalam pergaulan negatif, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Desa maupun Kecamatan Mandor.
Menanggapi kegiatan anggotanya di lapangan, Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor, IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menjelaskan secara terpisah bahwa pendekatan humanis dan persuasif memang terus didorong oleh jajaran Polres Landak kepada seluruh personelnya.
“Patroli malam tidak harus selalu terkesan tegang. Dengan duduk bersama, minum kopi, dan mengobrol dari hati ke hati dengan warga, kita bisa menyerap aspirasi mereka sekaligus menyampaikan himbauan keamanan dengan cara yang lebih mudah diterima,” ujar IPDA Bernadus Didy Kusnadi.
Lanjut Kapolsek menambahkan, kehadiran polisi di warung-warung kopi atau tempat berkumpulnya warga merupakan strategi cooling system yang sangat efektif.
“Warung kopi adalah pusat informasi dan interaksi sosial masyarakat. Ketika polisi hadir dan duduk sejajar dengan warga, akan tumbuh rasa saling percaya (trust). Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi adalah bagian dari mereka, sehingga jika ada potensi gangguan keamanan, warga tidak akan ragu untuk segera melapor atau berkoordinasi dengan kami,” tambahnya.
(*)




























