PRINGSEWU // MEDIATNI-PORI.COM / Berawal dari pelanggaran lalu lintas karena tidak menggunakan helm, petugas Polres Pringsewu justru mengungkap dugaan peredaran 43 paket tembakau sintetis. Yang membuat miris, dua terduga pelaku yang diamankan dalam pengungkapan tersebut masih berusia belasan tahun dan berstatus sebagai pelajar SMP.
Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial RGR (15) dan AAS (14). Keduanya diamankan petugas saat sedang berboncengan menggunakan sepeda motor dan melintas di kawasan Simpang Pasar Induk Pringsewu, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu, keduanya diketahui melaju dari arah Jalan Kesehatan, Pringsewu Selatan, menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Namun, perjalanan mereka terhenti setelah petugas yang tengah melaksanakan pengaturan arus lalu lintas atau strong point memberhentikan keduanya karena tidak menggunakan helm.
Awalnya, penanganan tersebut hanya berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas. Namun, petugas melihat gelagat kedua remaja tersebut yang tampak panik ketika dihentikan.
Kecurigaan petugas kemudian muncul. Pemeriksaan dilakukan terhadap keduanya, termasuk barang bawaan yang mereka bawa.
Dari pemeriksaan tas milik kedua terduga, petugas menemukan barang yang diduga narkotika jenis tembakau sintetis. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas mengamankan sebanyak 43 paket tembakau sintetis.
Keduanya kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Satnarkoba Polres Pringsewu.
Kasus ini menjadi perhatian tersendiri karena kedua terduga pelaku masih tergolong anak-anak dan masih duduk di bangku SMP. Temuan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba dapat menyasar kelompok usia yang masih sangat muda.
Pengungkapan tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra. Sebanyak 10 personel Polres Pringsewu terdiri dari delapan pesonel satuan Lalu Linats dan dua Personel Satuan Narkoba mendapat penghargaan atas prestasi mereka dalam pengungkapan 43 paket tembakau sintetis tersebut.
Penghargaan diserahkan langsung oleh AKBP Dadi Perdana Putra dalam pelaksanaan Apel Jam Pimpinan di lapangan Mapolres Pringsewu, Kompleks Perkantoran Pemda Pringsewu, Senin (31/8/2026).
Menurut Kapolres, pengungkapan tersebut berawal dari tugas yang sehari-hari dilakukan personel di tengah masyarakat. Anggota yang sedang mengatur lalu lintas dituntut tidak hanya memastikan kendaraan berjalan tertib, tetapi juga tetap peka melihat situasi di sekitarnya.
“Awalnya anggota melaksanakan pengaturan lalu lintas. Ketika menemukan pelanggaran, anggota melakukan pemeriksaan dan melihat ada hal yang mencurigakan. Dari situ kemudian ditemukan barang yang diduga narkotika,” kata AKBP Dadi
Ia menilai kepekaan personel menjadi hal penting dalam menjalankan tugas kepolisian. Sebab, menurutnya, berbagai persoalan di masyarakat terkadang ditemukan dari hal-hal yang awalnya terlihat sederhana.
“Artinya, tugas rutin pun harus tetap dilaksanakan dengan penuh perhatian. Jangan sampai kita hanya melihat pelanggarannya, tetapi tidak melihat situasi lain yang mungkin ada di baliknya,” ujarnya.
Dadi juga mengingatkan bahwa temuan dua pelajar SMP yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba menjadi perhatian serius.
Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya menyangkut penindakan terhadap pelaku, tetapi juga bagaimana semua pihak ikut mencegah anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Ketika yang terlibat masih anak-anak, tentu kita prihatin. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama-sama, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan sampai aparat,” katanya.
Ia menambahkan, polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan narkoba, terutama ketika penyalahgunaan dan peredarannya mulai menyentuh kalangan usia muda.
Selain pengungkapan 43 paket tembakau sintetis, penghargaan juga diberikan kepada delapan personel Satnarkoba yang berhasil mengungkap peredaran 24 kilogram ganja di wilayah Kelurahan Pringsewu Timur pada Jumat (26/6/2026).
Keberhasilan tersebut, kata Dadi, menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten. Setiap informasi, temuan maupun situasi mencurigakan di lapangan harus ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Dadi mengatakan penghargaan yang diberikan kepada personel bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan menjadi penyemangat bagi anggota lainnya.
“Yang kita harapkan bukan hanya anggota yang menerima penghargaan ini yang semakin semangat, tetapi anggota lain juga ikut termotivasi. Kalau semua bekerja dengan baik, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Kapolres juga meminta seluruh personel tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian terus berkembang sehingga anggota harus semakin peka, disiplin dan mampu memberikan respons yang tepat terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Di sisi lain, Dadi menekankan agar personel tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Polisi, kata dia, harus hadir bukan hanya ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga dalam berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran dan bantuan aparat.
“Kita ingin masyarakat merasa aman dan nyaman ketika melihat polisi hadir. Pelayanan harus terus kita perbaiki, baik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat maupun kegiatan pencegahan,” katanya.
Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga anak-anak agar tidak menjadi korban maupun terlibat dalam peredaran narkotika.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus memang penting, namun mencegah generasi muda agar tidak terjerumus menjadi bagian yang tidak kalah penting.
“Jangan sampai kita hanya sibuk menangani setelah kejadian. Upaya pencegahan harus terus diperkuat. Anak-anak kita harus dijaga bersama,” pungkasnya.
(*)




























