PALANGKA RAYA // MEDIATNI-POLRI.COM / Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di lapangan Barigas Polda Kalteng, untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kalimantan Tengah, pada Rabu (5/11/2025).
Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kajati Kalteng, Kabinda Kalteng, unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta berbagai instansi terkait.
Ratusan personel lintas sektor terlibat pada apel ini diantaranya dari Basarnas, Satpol PP, Tagana, Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan,
Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni Daops Palangka Raya, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Yon 830 Isen Mulang (TNI), serta Brigif 86 Mandau (TNI).
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan membacakan pesan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Apel ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pencegahan serta penanggulangan bencana alam,” kata Kapolda.
Ia berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, terdiri dari banjir, cuaca ekstrem, karhutla, tanah longsor, hingga gempa bumi.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026,
disertai potensi fenomena La Nina lemah yang bisa meningkatkan curah hujan di atas normal di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan.
“Walaupun La Nina diprediksi dalam kategori lemah, namun tetap harus diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor,” tegas Kapolda.
Ia pun menyampaikan empat poin penting yang menjadi fokus pelaksanaan tugas, antara lain deteksi dini daerah rawan bencana, kesiapan logistik dan sarana evakuasi,
pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkala, serta peningkatan koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana.
“Kita harus menunjukkan bahwa negara selalu hadir untuk melindungi rakyat dalam setiap situasi. Ini bukan sekedar tanggung jawab tugas, tetapi juga panggilan moral dan wujud pengabdian tulus terhadap kemanusiaan,” tukasnya.
(Tbk)




























