TANGGAMUS // MEDIATNI-POLRI.COM/ Tim Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXIV Seskoad Tahun Anggaran 2026 diantaranya Mayor Cpl Tri Mardiansyah, Mayor Cpn Yan Adytias dan Kompol Antonius melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Mapolres Tanggamus, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut membahas strategi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kunjungan tersebut diterima Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Tanggamus AKP Efriyansyah, S.Kom. dan Kasubbag Dalops Bagops Polres Tanggamus AKP Jumabdio, S.H.
Kunjungan Tim Pasis Seskoad tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pola penanganan antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta unsur terkait dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Tanggamus.
Perwakilan Pasis Seskoad menyampaikan bahwa kunjungan dan audiensi tersebut merupakan bagian dari kurikulum strategis Seskoad untuk membekali para Pasis dengan pemahaman riil di lapangan mengenai pola penanganan gangguan Kamtibmas, khususnya bencana nonalam seperti Karhutla.
Dari aspek operasional, Polres Tanggamus dinilai telah menyiapkan langkah kontinjensi melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas serta pelaksanaan patroli gabungan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi Karhutla.
Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra menyambut baik kunjungan tersebut sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi potensi Karhutla.
“Kami menyambut baik kunjungan kerja dan audiensi Tim Perwira Siswa Dikreg LXIV Seskoad TA 2026 di Polres Tanggamus. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Tanggamus,” kata Kompol Fredy.
Menurutnya, Polres Tanggamus telah melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla, termasuk berdasarkan pantauan satelit dalam dua bulan terakhir.
“Berdasarkan pantauan satelit selama dua bulan terakhir, kami telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki kerawanan terhadap Karhutla. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Tanggamus bersama Kodim 0424/Tanggamus, pemerintah daerah dan BPBD melakukan langkah kesiapsiagaan melalui pembentukan Posko Bencana dan apel kesiapsiagaan,” jelasnya.
Selain itu, jajaran kewilayahan juga dioptimalkan untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
“Kami juga mengoptimalkan peran Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan aparatur pekon untuk melakukan patroli serta deteksi dini di wilayah rawan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, terutama mengenai bahaya Karhutla dan larangan melakukan pembakaran lahan,” katanya.
Wakapolres menyebut, potensi Karhutla tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca maupun kondisi alam. Kebiasaan sebagian masyarakat dalam membersihkan lahan dengan cara membakar juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.
“Kerawanan Karhutla ini tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca dan alam, tetapi juga kebiasaan sebagian masyarakat dalam melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting agar pembersihan lahan dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan risiko kebakaran,” lanjutnya.
Ia menambahkan, selama musim kemarau potensi munculnya titik panas baru masih perlu diwaspadai, khususnya di area perkebunan warga di Kecamatan Bulok dan wilayah perbatasan Kabupaten Pringsewu.
Polres Tanggamus juga terus mendorong patroli terpadu dan pemantauan titik panas melalui sistem satelit maupun aplikasi digital sebagai bagian dari upaya deteksi dini sebelum kebakaran meluas ke kawasan hutan.
“Apabila ditemukan adanya pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja dan memenuhi unsur pelanggaran hukum, tentunya akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya.
(*)



























