JAKARTA TIMUR // MEDIATNI-POLRI.COM / Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Indonesia Garuda (DPP F-SPIG), Jayadi,
bersama pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) melakukan audiensi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur untuk membahas persoalan penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
F-SPIG yang terdiri dari lima serikat pekerja, yakni Serikat Pekerja Pedagang Kaki Lima, Serikat Pekerja Pakaian Jadi dan Konveksi Wisata, Serikat Pekerja Pengelola Sampah,
serta Serikat Pekerja Keamanan Swasta, menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan di kawasan pasar tersebut.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur itu dihadiri oleh Jayadi selaku Wakil Sekretaris Umum DPP F-SPIG yang didampingi pengurus DPC, Sutikno.
Pertemuan difokuskan pada pencarian solusi penanganan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Dalam pertemuan tersebut, Jayadi menegaskan bahwa penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati telah menimbulkan banyak keluhan, khususnya dari warga yang bermukim di sekitar area pasar.
Tumpukan sampah yang menggunung menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan.
“Kondisi ini sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Kami berharap ada langkah konkret dan berkelanjutan dalam penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati,” ujar Jayadi.
Sementara itu, Dwi selaku Kepala Satuan Pelaksana Kramat Jati Pelayanan Sudin LH Jakarta Timur menegaskan bahwa pihaknya selalu siap memberikan pelayanan maksimal dalam pengelolaan sampah.
Ia juga menyampaikan bahwa Sudin LH Jakarta Timur terbuka untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi terbaik.
“Sudin LH Jakarta Timur selalu siap memberikan pelayanan dan melakukan koordinasi agar persoalan sampah dapat tertangani dengan baik,” kata Dwi.
Di tempat terpisah, pihak pengelola Pasar Induk Kramat Jati mengakui bahwa penumpukan sampah terjadi akibat keterbatasan armada pengangkut.
Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus, menyebut kondisi tersebut menyebabkan sampah tidak dapat diangkut secara optimal dan tepat waktu.
Audiensi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret serta memperkuat sinergi antara pengelola pasar, Sudin LH Jakarta Timur, dan unsur masyarakat,
sehingga persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat segera teratasi dan tidak kembali menimbulkan keresahan warga.
Jurnalis sutikno & Tim
(*)




























