KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya mulai pekan lalu sudah kembali melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani.
“Bulog Kotim sejak hari Selasa pekan lalu sudah mulai menyerap kembali gabah dari petani Kotim khususnya di Lempuyang, seperti biasa dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram untuk GKP,” kata Fuad, Selasa (30/09/2025).
“Memang sekitar 3 minggu kebelakang Bulog masih menunggu informasi dari pihak Kementerian Pertanian dan juga Kementerian Keuangan, karena anggaran untuk penyerapan gabah beras se-Indonesia yang ditargetkan setara 3 juta ton beras itu sudah tercapai dan terserap semua sehingga untuk penyerapan selanjutnya kami menunggu petunjuk dari pusat,” jelasnya.
“Dan alhamdulillah pekan lalu anggaran ditambah oleh pemerintah dan Bulog langsung menyerap gabah kembali. Adapun kuota yang ditetapkan pemerintah untuk tambahan anggaran penyerapan ini setara 1 juta ton beras se-Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, untuk stok beras yang dikuasai oleh Bulog Kotim saat ini ia menyebutkan ada sebanyak 7.000 ton.
“Untuk stok cadangan beras pemerintah di Kotim saat ini ada sebanyak 7.000 ton, sedangkan gabah yang masih yang belum digiling ada sebanyak 2.000 ton, berarti total beras kita nanti ada sebanyak 8.000 ton. Ketahanan stok ini cukup untuk 13 hingga 14 bulan kedepan, sangat aman setahun lebih, sehingga dari sisi ketersediaan cukup melimpah,” tukas Fuad.
(Tbk)




























