LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM / Polsek Sengah Temila ~Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Selasa siang yang terik, (21/4/2026), suasana di sejumlah sudut wilayah Sengah Temila tampak berbeda. Sejumlah personel kepolisian terlihat aktif menyambangi warga dalam kegiatan patroli dialogis.
Tak sekadar berkeliling, para petugas juga berhenti, menyapa, dan berbincang langsung dengan masyarakat,
menyampaikan pesan penting yang kini menjadi perhatian bersama: kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok hadiah.
Dengan pendekatan humanis, polisi mengajak warga untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kian berkembang, terutama yang menjanjikan hadiah menggiurkan namun berujung kerugian.
Dalam interaksi tersebut, warga tampak antusias mendengarkan sekaligus berbagi pengalaman terkait upaya penipuan yang pernah mereka temui.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sengah Temila AKP Ecep Maman Hermawan, S.H., M.Kn.,
menjelaskan secara terpisah bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam melindungi masyarakat dari tindak kejahatan yang semakin beragam.
“Patroli ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya yang berkaitan dengan undian atau hadiah,” jelasnya.
Lanjut Kapolsek menambahkan, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima,
tidak memberikan data pribadi secara sembarangan, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penipuan.
“Kami berharap masyarakat semakin waspada dan tidak menjadi korban. Jika ragu, jangan langsung percaya—konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dari berbagai ancaman kejahatan, khususnya penipuan berkedok hadiah yang belakangan ini semakin meresahkan.
(*)




























