BANGUNREJO // MEDIATNI-POLRI.COM / Pondok Pesantren sejak lama dikenal sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Jutaan santri di seluruh Indonesia menimba ilmu di Pondok Pesantren yang tersebar dari kampung hingga perkotaan.
Namun, tidak sedikit Pondok Pesantren berdiri di wilayah rawan bencana baik di bantaran sungai yang kerap meluap, di lereng gunung yang rawan longsor,
bahkan di wilayah berpotensi Angin Puting beliung maupun situasi kedaruratan rawan Kebakaran akibat aktivitas yang ada.
Kondisi seperti ini menempatkan Pondok Pesantren pada posisi yang rentan, baik bagi santri maupun pengasuh.
Atas dasar hal tersebut diatas, diikuti oleh para Santri Putra dan Pengurus Pondok Pesantren Imam Nawawi Al Islamy Bangurejo Lampung Tengah dilaksanakan kegiatan Pengenalan Kebencanaan Simulasi Pemasangan Rambu Rambu Kebencanaan hingga Praktek Pemadaman Kebakaran. (Senin, 17/11/2025).
Secara bergantian dipandu oleh Agus Purnomo Fasilitator PRBBK Rumah Zakat yang juga merupakan Pengurus Forum Rescue Relawan Lampung ( FRRL) Santri Putra diberikan pemahaman tentang pengenalan Resiko dan Potensi Bencana hingga Pemasangan Rambu Rambu Kebencanaan .
Dan saat sesi Praktek Pemadaman Kebakaran didampingi oleh Alan Budiono serta Yudha Mailufi Satgas Damkar dan Penyelamatan para Santri diajarkan teknik pemadaman kebakaran dengan menggunakan Alat Konvensional dan APAR.
“Pesantren Tangguh Bencana adalah ikhtiar nyata melindungi warga Pondok Pesantren dari ancaman bencana sekaligus memperkuat peran Pondok Pesantren sebagai garda terdepan dalam membangun ketangguhan masyarakat” ungkap Agus Purnomo.
Sementara Ustadz Syaif mewakili Ustadz Abul Abbas selaku Pengasuh Pondok Pesantren Imam Nawawi Al Islamy Bangurejo menyampaikan bahwa “Saat ini pesantren dituntut tidak hanya menyiapkan generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga santri yang tangguh, peduli lingkungan, dan siap menghadapi bencana” (*)




























