PRINGSEWU // MEDIATNI-POLRI.COM / Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang di wakili oleh Dinas Ketahanan Pangan Sosialisasi kan STOP BOROS PANGAN
Acara Yang Di Selenggarakan Di Hotel Urban Stayle Kecamatan Pringsewu. Rabu . (22/10/2025).
Acara Yang Di Buka Langsung Oleh Hendrid, S.E., M.M. (Asisten Perekonomian dan Pembangunan) yang Mewakili Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Mengatakan Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling mendasar ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera Namun kita juga perlu menyadari bahwa masih banyak potensi pangan yang terbuang sia-sia setiap harinya boros pangan tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi tapi juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan seperti peningkatan volume sampah organik bau tidak sedap dan beban tempat pembuangan akhir atau (TPA). yang semakin berat.
Berdasarkan data secara global 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun itu setara dengan 1/3 makanan yang diproduksi untuk menyediakan konsepsi Global belum lagi kehilangan makanan yang terjadi sebelum makanan mencapai konsumen (Food Loss).
Biasanya karena masalah dalam tahap produksi penyimpanan atau kerusakan selama transportasi hingga makanan jadi tidak layak konsumsi terkadang pangan yang masih layak konsumsi pun terbuang begitu saja. (Food Waste).
Timbulan Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia 23-24 juta ton atau Tahun setara dengan 115-184 kg atau kap atau tahun kajian (Bappenas).
Selain itu gerakan selamatkan pangan atau stop boros pangan mendukung percepatan pencapaian target sustainable development Goals (SDGs).
Ke 2 dan 12 Tahun kedua dan 12 tahun 2030 Yaitu mengurangi hingga Setengah dari limbah pangan ( pemborosan makanan yang masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi ).
perkapita di tingkat ritel dan konsumen dan mengurangi kehilangan tangan sepanjang rantai produksi dan pasukan pada tahun 2030.
” lanjut Melalui sosialisasi ini saya mengajak seluruh lapisan masyarakat baik di lingkungan keluarga sekolah maupun institusi pemerintahan dan swasta untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan melalui. Membeli sesuai kebutuhan , Mengkonsumsi secukupnya dan menghabiskan, Penyimpanan Pangan Yang Tepat , Mengelolah kembali sisa makanan serta Donasi Pangan Berlebih
Gerakan ini bukan hanya tugas satu pihak melainkan tugas bersama dan Sinergi semua sektor Saya minta kepada seluruh perangkat daerah ,
Camat ,Para, Lurah ,Kakon , Usaha kuliner, Retail , jasa boga dan kita semua untuk dapat mensosialisasikan dan mengimplementasikan gerakan stop boros pangan. Masing-masing.”ucapnya .(*)




























