LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM / Polres Landak, Polda Kalimantan Barat, meluncurkan inovasi berupa sepeda motor trail dinas roda dua yang dimodifikasi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Landak.
Inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan kondisi geografis di sejumlah wilayah Landak yang memiliki medan sulit, termasuk kawasan hutan, lahan gambut, serta lahan dengan kondisi tanah lunak yang sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.
Motor trail yang telah dimodifikasi ini diharapkan mampu menjadi kendaraan pendukung dalam melakukan respons cepat ketika petugas mendapatkan informasi mengenai adanya titik api.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. mengatakan inovasi tersebut merupakan salah satu upaya Polres Landak untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan Karhutla.
“Kami melakukan inovasi dengan memanfaatkan sepeda motor trail dinas yang dimodifikasi agar dapat menjangkau medan-medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat. Harapannya, personel bisa lebih cepat mencapai lokasi ketika ditemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Devi.
Bisa Tembus Medan Sulit
Salah satu keunggulan motor trail tersebut adalah kemampuannya menjangkau lokasi yang tidak dapat dilewati mobil pemadam maupun kendaraan tangki berukuran besar.
Dengan karakteristik kendaraan roda dua yang lebih fleksibel, personel dapat bergerak melewati jalur sempit, kawasan berlumpur, lahan lunak, hingga akses menuju lokasi yang berada di dalam kawasan hutan.
Kemampuan tersebut menjadi penting dalam penanganan Karhutla karena lokasi titik api tidak selalu berada di area yang memiliki akses jalan kendaraan.
Respons Cepat Sebelum Api Meluas
Selain untuk menerobos medan sulit, motor trail modifikasi ini juga difungsikan sebagai sarana quick response.
Petugas dapat bergerak secara lebih fleksibel dan dinamis menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai adanya titik panas maupun laporan kebakaran dari masyarakat.
Kecepatan menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Semakin cepat api terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.
“Prinsipnya adalah kecepatan. Ketika ada laporan atau indikasi titik api, personel harus bisa segera bergerak. Kendaraan ini menjadi salah satu sarana pendukung agar petugas dapat mencapai lokasi lebih awal, melakukan pengecekan, sekaligus mengambil langkah penanganan awal,” kata Devi.
Kapolres menambahkan, inovasi tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya Polres Landak dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla melalui sinergi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.
Polres Landak juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap atau titik api.
“Pencegahan tetap menjadi yang utama. Namun ketika kebakaran terjadi, kita harus memiliki kemampuan untuk bergerak cepat. Dengan inovasi ini, kami berharap penanganan Karhutla di Kabupaten Landak semakin efektif dan responsif,” pungkas Devi.
Sumber : Humas Polres Landak




























