LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM/ Polsek Mandor~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~Di bawah temaram lampu pasar malam yang mulai redup, sebuah pemandangan hangat tersaji di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kamis (20/8/2026) malam.
Bukan dengan wajah tegang atau sirine yang memekakkan telinga, patroli malam Kepolisian Sektor (Polsek) Mandor kali ini diisi dengan canda tawa dan obrolan santai bersama warga.
Dalam foto yang beredar, terlihat seorang anggota Polri berseragam dinas lengkap berdiri santai namun sigap, berbincang akrab dengan sekelompok warga yang tengah duduk di bangku kayu sederhana.
Senyum merekah dari wajah warga, menandakan tidak adanya jarak antara aparat penegak hukum dengan masyarakat yang dilindunginya.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penindak hukum, melainkan sebagai sahabat dan saudara bagi warga.
Kegiatan patroli dialogis ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, sekaligus menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor, IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menyampaikan secara terpisah bahwa pendekatan humanis adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Landak.
“Patroli malam bukan sekadar rutinitas mengecek titik-titik rawan. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk menyapa saudara-saudara kita. Kami ingin warga merasa aman, nyaman, dan tidak canggung untuk bercerita atau melaporkan hal-hal mencurigakan kepada polisi,” ujar IPDA Bernadus Didy Kusnadi
Lanjut Kapolsek menambahkan, dalam pertemuan santai tersebut, pihaknya juga memberikan himbauan-himbauan kamtibmas yang disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
“Pada kesempatan Kamis malam ini, kami mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap tindak kriminalitas, menjaga kerukunan antarwarga, serta bijak dalam menyikapi informasi agar tidak terprovokasi oleh berita hoaks. Alhamdulillah, respons warga sangat positif. Mereka senang bisa ngobrol langsung dengan petugas. Kedekatan emosional inilah yang menjadi benteng terkuat dalam mencegah gangguan keamanan di Mandor,” pungkasnya.
(*)


























