JAKARTA // MEDIATNI-POLRI.COM / Ketua Persatuan Solidaritas Wartawan Nasional (PERSOWAN) tenor Amin Sutanto menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang harus mengakhiri hidupnya diduga akibat tekanan persoalan ekonomi keluarga.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kita semua, bahwa masih ada anak bangsa yang hidup dalam kesulitan tanpa perlindungan dan perhatian yang memadai.
Kejadian ini bukan sekadar musibah, tetapi panggilan nurani bagi seluruh pihak, khususnya pemerintah dan pemangku kebijakan,
untuk bertanya secara serius: di mana negara hadir ketika rakyat kecil menghadapi kesulitan hidup?
Anak-anak adalah masa depan bangsa yang wajib dilindungi, dijamin hak hidup, pendidikan, serta kesejahteraannya tanpa terkecuali.
Kami mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan sosial, memastikan bantuan tepat sasaran,
serta memperkuat pengawasan terhadap kondisi masyarakat rentan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tragedi serupa tidak boleh terulang kembali di negeri ini.
PERSOWAN juga mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan lembaga sosial untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian,
memperkuat solidaritas, serta menjadi bagian dari solusi dalam melindungi generasi penerus bangsa.
“Negara tidak boleh abai. Setiap anak Indonesia berhak hidup, tumbuh, dan bermimpi tanpa rasa putus asa.”
Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap kemanusiaan.
Persatuan Solidaritas Wartawan Nasional (PERSOWAN)
Tenor Amin Sutanto – Ketua
(*)




























