KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit terus berinovasi dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada para warga binaan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui praktik langsung di sektor pertanian yang dilaksanakan secara rutin di area lahan pertanian dalam lingkungan Lapas.
“Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan di sektor pertanian,” kata Kalapas Sampit Muhammad Yani, dikutip Sabtu (2/08/2025).
“Kegiatan meliputi pengolahan lahan, penanaman sayuran, pemupukan, serta perawatan tanaman. Jenis tanaman yang dibudidayakan antara lain kangkung, bayam, cabai dan tomat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berbasis keterampilan pembinaan kerja dan kewirausahaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Pembinaan di sektor pertanian ini menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kerja keras, kemandirian dan tanggung jawab terhadap diri pribadi,” ujarnya.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para warga binaan tidak hanya memiliki keahlian teknis tetapi juga kesiapan mental untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kegiatan pertanian ini diawasi oleh petugas pembina dan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif serta partisipatif, sehingga warga binaan dapat belajar secara langsung melalui pengalaman praktik di lapangan.
“Beberapa hasil panen bahkan telah dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, sementara sisanya dijual untuk mendukung operasional kegiatan pembinaan,” tandas Muhammad Yani.
(Tbk)




























