BEKASI // MEDIATNI-POLRI.COM/ Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Universitas Pelita Bangsa (UPB), Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog antara Polres Metro Bekasi dengan civitas akademika dalam memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka antara kepolisian, akademisi, dan mahasiswa.
Wakapolres hadir didampingi Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi Kompol Zaini Abdillah Zainuri, S.Kom., S.I.K., M.M., Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Erwin Setiawan, S.I.K., Kasat Lantas Kompol Komang Karisma, S.I.K., Wakasat Binmas AKP Sugeng Haryanto, S.H., M.M., Kasi Humas AKP Aliyani, S.H., serta Kasi Propam AKP Mamun, S.H.
Kedatangan rombongan disambut Rektor Universitas Pelita Bangsa Hamzah Muhammad Mardi Putra, S.K.M., M.M., D.B.A., Wakil Rektor II Dr. Mohammad Hatta Fahamsyah, S.Sy., M.Sc., jajaran dekan dan dosen, serta perwakilan mahasiswa Fakultas Hukum, Manajemen, PGSD, dan PG PAUD.
Rektor Universitas Pelita Bangsa menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Polres Metro Bekasi. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara kampus dengan Polri dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif.
Menurutnya, mahasiswa juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk turut menjaga suasana damai menjelang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2026 di Kabupaten Bekasi.
Dalam pemaparannya, AKBP Angga Dewanto Basari menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga sarana komunikasi dua arah agar kepolisian memperoleh kritik, saran, serta masukan dari kalangan akademisi.
“Polres Metro Bekasi terbuka kepada adik-adik mahasiswa untuk berdiskusi. Kami menerima kritik, saran, dan masukan sebagai bagian dari upaya perbaikan internal, peningkatan pelayanan, serta transparansi kepada masyarakat,” ujarnya.
Wakapolres juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di lingkungan kampus, tetapi mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengimplementasikan keilmuannya sesuai bidang masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi persoalan serius. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi sekaligus jembatan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh pentingnya keterkaitan antara hukum, lingkungan atau ekologi, serta hubungan sosial masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang aman dan berkelanjutan.
Dialog semakin interaktif dalam sesi tanya jawab. Salah satu pembahasan mengangkat arah perubahan Polri dan penguatan supremasi hukum.
Wakapolres menjelaskan bahwa penegakan hukum tidak selalu harus berakhir melalui proses pemidanaan. Pada perkara tertentu yang memenuhi ketentuan, penyelesaian dapat mengedepankan dialog dan pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice, dengan tetap memperhatikan rasa keadilan dan kepastian hukum.
Civitas akademika juga menyampaikan peluang kerja sama dengan Polres Metro Bekasi dalam bidang edukasi keamanan, pencegahan narkoba, perlindungan perempuan dan anak, hingga kesempatan mahasiswa melaksanakan program magang di lingkungan kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres menyambut terbuka peluang pengembangan kolaborasi, termasuk pembahasan lebih lanjut mengenai program magang mahasiswa di Polres Metro Bekasi.
Terkait perlindungan perempuan dan anak, dijelaskan bahwa penanganan perkara yang berkaitan dengan kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak dilakukan melalui fungsi yang membidangi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui edukasi, peningkatan kesadaran, serta keberanian masyarakat untuk melapor apabila menemukan dugaan tindak pidana.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal semakin kuatnya kolaborasi antara Polres Metro Bekasi dan Universitas Pelita Bangsa, khususnya dalam bidang kamtibmas, edukasi hukum, pencegahan narkoba, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan budaya dialog yang konstruktif.
Melalui komunikasi yang terbuka antara Polri dan dunia pendidikan, sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.
(Jefry Gobang)




























