LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM/ Polsek Meranti ~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap, jajaran Polsek Meranti, Polres Landak, tetap hadir di tengah masyarakat.
Bukan sekadar berkeliling menjaga keamanan, personel kepolisian memanfaatkan patroli siang untuk menyambangi warga, berdialog, sekaligus menyampaikan sejumlah imbauan penting.
Suasana tersebut terlihat saat personel Polsek Meranti melaksanakan patroli dan bertemu dengan sejumlah warga di salah satu tempat usaha di wilayah Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, Selasa (25/8/2026) siang.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, polisi duduk bersama warga sambil berbincang mengenai situasi keamanan dan kondisi lingkungan.
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi petugas untuk mendengarkan secara langsung berbagai informasi maupun keluhan masyarakat.
Di tengah kondisi kabut asap yang mulai mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat, personel juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kesehatan.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker, mengurangi aktivitas apabila kondisi udara semakin buruk, serta memperbanyak menjaga kondisi tubuh.
Polisi juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting mengingat kondisi udara di sejumlah wilayah Kabupaten Landak sebelumnya memang telah terdampak kabut asap.
Polres Landak juga telah mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kapolsek Meranti Ipda Uwes, S.H., menjelaskan secara terpisah bahwa kegiatan patroli dialogis merupakan salah satu upaya kepolisian untuk memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat.
“Patroli tidak hanya sebatas berkeliling wilayah, tetapi juga menjadi sarana untuk menyapa dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dari komunikasi tersebut, kami dapat mengetahui situasi yang berkembang sekaligus menyampaikan imbauan yang dianggap penting bagi keselamatan dan keamanan warga,” jelas Ipda Uwes.
Lanjut Kapolsek menambahkan, kondisi kabut asap harus disikapi secara bersama-sama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api maupun asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Selain persoalan Karhutla dan kabut asap, personel juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas.
Kehadiran polisi di tengah warga tersebut menunjukkan bahwa patroli bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang membangun komunikasi, memberikan rasa aman, serta mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Di tengah kepungan kabut asap, pesan yang disampaikan polisi pun sederhana namun berarti: tetap waspada, jaga kesehatan, jangan membakar lahan, dan jangan ragu melapor. Sebab, mencegah bencana dan menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
(*)




























