SAROLANGUN // MEDIATNI-POLRI.COM / 4 September 2026 – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 0420/Sarko. Melalui Koramil 420-03/Pauh, personel TNI bersama Manggala Agni, TNBD, aparat desa dan masyarakat turun langsung melakukan ground check serta penanganan terhadap sejumlah titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Pauh dan sekitarnya, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan informasi titik panas yang bersumber dari BMKG. Personel bergerak menuju sejumlah lokasi yang terindikasi hotspot untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan langkah cepat apabila ditemukan titik api yang masih menyala.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran ground check antara lain Desa Lamban Sigatal, Desa Lubuk Napal, Desa Pengedaran, Desa Seko Besar, Desa Kasang Melintang, Desa Jernih, Desa Semurung, Desa Rengkiling Simpang, Desa Taman Dewa dan Desa Guruh Baru.
Di beberapa lokasi, petugas melakukan pengecekan kondisi lahan, pengumpulan data, dokumentasi serta berupaya melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih ditemukan.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel juga melaksanakan pendinginan guna mencegah munculnya kembali bara api yang berpotensi meluas.
Kegiatan ini melibatkan kekuatan gabungan sebanyak 58 personel, terdiri dari 12 personel TNI, 12 personel Manggala Agni, 3 personel TNBD, 4 personel aparat desa (APDES), serta 23 orang masyarakat. Sementara dari unsur Polri dan BPBD tidak terdapat personel yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Untuk mendukung mobilitas dan proses pemadaman, personel menggunakan 10 unit kendaraan roda dua Babinsa, tangki semprot air milik penduduk, satu unit alkon kecil serta tiga roll selang.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga melaksanakan koordinasi dengan aparat terkait, mengambil dokumentasi, mengumpulkan informasi di lokasi, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla.
Sebagai bagian dari upaya penanganan jangka panjang, petugas juga membuat embung air dengan menggunakan alat mini excavator sebagai salah satu upaya menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah rawan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses jalan menuju beberapa titik hotspot yang sulit dilalui karena kondisi semak belukar, kanal-kanal di sekitar lokasi yang dalam kondisi kering, serta sumber air yang relatif jauh dari titik kebakaran.
Dari hasil pendataan sementara, jenis lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dengan perkiraan luas lahan terdampak sekitar 18 hektare.
Lahan tersebut merupakan milik masyarakat, sedangkan penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.
Danramil 420-03/Pauh melalui personelnya menegaskan bahwa keberadaan Babinsa di lapangan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama seluruh unsur terkait. Setiap informasi hotspot akan ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan agar apabila ditemukan api dapat segera dilakukan penanganan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar personel di lapangan.
Sinergi antara TNI, Manggala Agni, TNBD, aparat desa dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi Karhutla.
Selain penanganan api, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan semakin meningkat.
Melalui kegiatan ground check, pemadaman, pendinginan, pembuatan sumber air dan sosialisasi tersebut, Koramil 420-03/Pauh jajaran Kodim 0420/Sarko berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla.
(Nurcholik)




























