KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memasuki musim kemarau pada tahun ini sudah mulai terdeteksi munculnya beberapa titik api atau hotspot di beberapa wilayah.
Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo, menyebutkan pada hari ini, Selasa (29/07/2025), di wilayah Kotawaringin Timur tercatat ada sebanyak 9 titik hotspot.
“9 titik hotspot tersebut dengan rincian ada 4 titik di Kecamatan Antang Kalang, 2 titik di Bukit Santuai, 1 titik di Mentaya Hilir Utara, 1 titik di Tualan Hulu, dan 1 titik di Parenggean,” kata Mulyono.
“Dari sistem peringatan dini cuaca, kami informasikan bahwa untuk 1 sampai 4 hari kedepan di daerah Kalimantan Tengah secara umumnya, khususnya di Kotim di indikator warna merah jadi sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
“Kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur karena sekarang kita sudah memasuki musim kemarau di tahun 2025 ini jadi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan juga asap kami mengimbau agar masyarakat jangan membakar hutan dan lahan secara sembarangan,” ujarnya.
Menurutnya, secara umum daerah rawan Karhutla di Kotim adalah di daerah selatan.
“Seperti di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Seranau, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Baamang, Ketapang dan Kota Besi serta sekitarnya, karena di daerah itu banyak lahan gambut nya jadi kalau terbakar susah untuk dipadamkan,” terang Mulyono.
“Pada tahun 2024 lalu kejadian kebakaran hutan dan lahan cukup kecil karena pada tahun itu kita memasuki fenomena La nina lemah, dimana terdapat peningkatan curah hujan, jadi hotspotnya berkurang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
“Untuk tahun 2025 ini kita harus lebih waspada karena kondisinya netral, netral itu tidak El Nino dan La Nina namun tetap diwaspadai kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.
“Sedangkan untuk curah hujan berdasarkan prakiraan kami di dasarian 3 bulan Juli ini di daerah Kotim cenderung rendah, yaitu antara 20 sampai 50 millimeter. Kemudian di dasarian 1 bulan Agustus nanti sama masih dikisaran rendah, namun di dasarian 2 bulan Agustus akan terdapat peningkatan curah hujan di daerah Kotim dikisaran 50 hingga 75 milimeter,” tukasnya.
(Tbk)




























