LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM / Polsek Sebangki~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~Di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, harapan akan turunnya hujan kembali diwujudkan masyarakat melalui sebuah ritual adat yang sarat makna dan kearifan lokal.
Bertempat di Bukit Balakng, Dusun Kubu Kerekng, Desa Agak, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, masyarakat setempat melaksanakan ritual adat Bapinta, Jumat (11/9/2026).
Ritual tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar batin masyarakat dengan memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa sekaligus mengenang dan menghormati para leluhur.
Melalui ritual adat Bapinta, masyarakat berharap hujan segera diturunkan sehingga kondisi alam yang terdampak musim kemarau panjang dapat kembali mendapatkan keseimbangan.
Pelaksanaan ritual berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Bagi masyarakat setempat, Bapinta bukan sekadar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi alam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Sebangki Yopita, S.H., Kapolsek Sebangki Ipda Rudiansyah, Ketua DAD Kecamatan Sebangki Miswar, A.Md., Timanggung Binua Samih II BPK Mahadi, Pj. Kepala Desa Agak Kimin, serta warga Dusun Kubu Kerekng, Desa Agak.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, tokoh adat dan masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai adat dan budaya masyarakat setempat, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi kondisi musim kemarau.
Camat Sebangki Yopita, S.H., menerangkan bahwa ritual adat Bapinta merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat yang tetap dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai penting karena mengajarkan masyarakat untuk senantiasa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam dan lingkungan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat serta tokoh adat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan seperti ini perlu terus dipertahankan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sebangki Ipda Rudiansyah, menjelaskan bahwa pihak kepolisian memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual adat Bapinta yang berlangsung secara tertib dan penuh kekhidmatan.
Menurutnya, kegiatan adat dan budaya masyarakat merupakan bagian dari kekayaan daerah yang perlu dihormati dan dijaga bersama.
Kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut juga merupakan bentuk upaya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
Lanjut Kapolsek menambahkan, di tengah kondisi musim kemarau yang cukup panjang, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian yang dapat menimbulkan kebakaran.
“Melalui momentum ritual adat ini, mari kita bersama-sama menjaga alam, menjaga lingkungan dan memperkuat kepedulian antarwarga. Tradisi adat tetap kita lestarikan, sementara keamanan dan kelestarian lingkungan juga harus menjadi tanggung jawab bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ritual adat Bapinta di Bukit Balakng akhirnya bukan hanya menjadi bentuk permohonan masyarakat agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi gambaran kuat tentang bagaimana adat, doa, kebersamaan dan kepedulian terhadap alam tetap hidup di tengah masyarakat.
Di bawah langit musim kemarau, doa dipanjatkan dengan satu harapan: semoga hujan segera turun, alam kembali subur, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan dalam keseimbangan.
(*)




























