KOTIM // MEDIATNI-POLRI.COM / Loling warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyampaikan data terkait dugaan kasus korupsi penggunaan Dana Desa Kenyala, PAD desa dan CSR pihak ketiga ke pihak penyidik Polres Kotim.
“Data yang saya serahkan ke pihak penyidik Polres Kotim adalah bukti-bukti di lapangan dugaan penyelewengan dana atau penggelapan Dana Desa, PAD yang berasal dari kebun desa dan bantuan CSR dari pihak ketiga untuk desa,” kata Loling, Sabtu (26/07/2025).
“Ada dua laporan, yang pertama yang diduga merugikan keuangan negara yang berasal dari Dana Desa dan yang kedua berasal dari PAD Desa dari pihak ketiga yaitu PT.Sukajadi Sawit Mekar,” ujarnya.
“Kepada pihak Polres Kotim juga saya sampaikan terkait normalisasi atau pembersihan sungai yang dibantu oleh 4 perusahaan, masing-masing perusahaan membantu Rp100 juta, dan salah satu perusahaan membantu BBM (PT.Silva Sari), dan selanjutnya lagi saya laporkan juga mengenai pembuatan badan jalan langsung laterit dari RT.04 ke RT.02, itu bantuan swadaya dari pihak PT.Sukajadi Sawit Mekar, PT.Maju Aneka Sawit, PT.KKP 3 Wilmar Grup, dan PT Silva Sari,” jelasnya.
“Kemudian saya sudah laporkan juga bantuan dari pihak perusahaan yaitu jalan di RT.08. Jalan tersebut bantuan dari PT.Bakung Mas, PT.Sukajadi Sawit Mekar dan PT.KKP 3, yang membuat badan jalan langsung laterit sepanjang 250 meter,” ujarnya.
“Kami sebagai warga masyarakat tentunya berharap pihak kepolisian dapat memproses laporan saya ini secara transparan sampai tuntas, kalau terlapor bersalah mohon dijerat dengan hukum, saya juga minta tidak ada beking-membeking agar proses ini dapat berjalan dengan baik, tujuan kami adalah menyelamatkan uang negara dan uang masyarakat seperti PAD Desa yang berasal dari kebun desa senilai Rp1,4 milyar, ditambah Dana Desa Rp4 milyar (dari tahun 2020-2025, dengan DD pertahunnya Rp800 juta), jadi total keseluruhan Rp5,4 milyar, yang kami pertanyakan adalah kemana uang tersebut karena tidak ada pembangunan di Desa Kenyala, baik itu berupa bangunan fisik maupun infrastruktur,” jelasnya.
“Saya juga berharap apabila ada tim pemeriksa turun ke lapangan ke Desa Kenyala saya sebagai pelapor agar dilibatkan untuk mengecek kebenaran laporan saya,” tukas Loling.
(Tbk)




























