LANDAK // MEDIATNI-POLRI.COM/ Polsek Meranti ~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Kehadiran polisi di tengah masyarakat tak selalu harus dalam suasana formal. Di sela pelaksanaan patroli siang, personel Polsek Meranti, Polres Landak, justru memilih berhenti sejenak untuk menyapa, duduk bersama dan berdialog santai dengan warga.
Suasana penuh keakraban tersebut terlihat saat personel melaksanakan patroli dan menyambangi warga di salah satu tempat usaha di wilayah Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, polisi tidak hanya memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mendengarkan informasi maupun keluhan warga.
Sambil berbincang santai, personel turut menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, khususnya agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang terus berkembang.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah modus penipuan melalui telepon, pesan WhatsApp maupun media sosial, termasuk pelaku yang mengaku sebagai keluarga, teman, petugas, pejabat, pihak bank, atau instansi tertentu.
Warga diingatkan agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau panggilan yang kemudian meminta uang, transfer, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi.
Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap modus undian atau hadiah palsu, bantuan sosial fiktif, transaksi jual beli online, serta tautan mencurigakan yang dapat digunakan pelaku untuk mengambil data atau menguras rekening korban.
Pola imbauan semacam ini juga menjadi bagian dari patroli dialogis Polsek Meranti dalam mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kapolsek Meranti Ipda Uwes, S.H., menjelaskan secara terpisah, bahwa patroli yang dilakukan personel bukan hanya bertujuan memantau situasi keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.
“Patroli bukan sekadar berkeliling melihat situasi, tetapi bagaimana kehadiran polisi dapat benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika bertemu warga, kami manfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog, mendengar informasi dari masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas,” jelas Ipda Uwes.
Lanjut Kapolsek menambahkan, perkembangan teknologi juga membuat modus kejahatan semakin beragam. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mempercayai informasi yang diterima, terutama apabila disertai permintaan uang atau data pribadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap telepon maupun pesan dari orang yang tidak dikenal. Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi ataupun data pribadi kepada siapapun. Apabila menerima informasi yang mencurigakan, lakukan pengecekan terlebih dahulu dan jangan terburu-buru melakukan transfer,” tegasnya.
Menurutnya, komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat merupakan langkah penting dalam mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Dengan suasana yang santai dan humanis, warga diharapkan tidak merasa sungkan menyampaikan informasi kepada polisi apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi selalu hadir dan siap mendengarkan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera informasikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” tambah Ipda Uwes.
(*)




























